PARIGI MOUTONG — Kodam XXIII/Palaka Wira telah menyelesaikan pembangunan 106 Jembatan Perintis Garuda di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Barat (Sulbar). Pembangunan tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses masyarakat di daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, dari 106 jembatan yang telah selesai dibangun, masing-masing 53 berada di Sulawesi Tengah dan 53 lainnya di Sulawesi Barat.

Hal itu disampaikannya saat peresmian Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2026).

“Di Kodam XIII/Merdeka, kita sudah menyelesaikan 106 titik, ada 53 di Sulawesi Barat dan 53 di Sulawesi Tengah. Dan ini akan terus berlanjut,” kata Binsar.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program infrastruktur yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat.

TNI AD turut terlibat dalam pelaksanaan pembangunan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Binsar menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan terkait 53 jembatan yang direncanakan dikerjakan hingga akhir 2026. Selain itu, sejumlah usulan pembangunan baru juga masih disampaikan oleh kepala desa dan kepala dusun.

Ia menargetkan jumlah pembangunan jembatan dapat terus bertambah hingga mencapai sekitar 80 titik tambahan sampai akhir tahun.

Jembatan yang dibangun disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat. Jenisnya meliputi jembatan perintis gantung, jembatan Armco, dan jembatan beton.

Selain pembangunan, pemeliharaan jembatan juga menjadi perhatian. Babinsa akan melakukan pemeriksaan kondisi dan kekuatan jembatan secara berkala setiap tiga bulan.

“Secara periodik kita akan lakukan kontrol, dan kalau seandainya terjadi nanti harus ada perbaikan, kita lakukan nanti berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas dan transportasi di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.