PALU – Komitmen memperkuat pembinaan olahraga prestasi di wilayah Sulawesi Barat terus mendapat perhatian dari jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira. Hal tersebut ditunjukkan melalui audiensi antara Pangdam XXIII/Palaka Wira dengan Ketua Pengurus Daerah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Pengda FORKI) Sulawesi Barat, Hamzah Hapati Hasan, di Ruang Kerja Pangdam XXIII/Palaka Wira, Palu, Senin (7/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas sejumlah agenda strategis terkait pengembangan olahraga karate, termasuk pembinaan atlet dan persiapan pelaksanaan Open Tournament Karate Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tahun 2026.
Audiensi berlangsung dalam suasana akrab. Kedua pihak bertukar pandangan mengenai upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet karate di Sulawesi Barat agar mampu tampil lebih kompetitif dalam berbagai ajang kejuaraan.
Dalam kesempatan itu, Hamzah Hapati Hasan memaparkan sejumlah program kerja FORKI Sulbar, perkembangan pembinaan atlet, serta kesiapan menghadapi agenda pertandingan yang akan datang. Salah satu perhatian utama adalah pelaksanaan Open Tournament Karate Piala Panglima TNI yang diharapkan dapat menjadi ajang kompetisi sekaligus pengalaman berharga bagi para karateka.
Menurutnya, dukungan dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, atlet diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi.
Pangdam XXIII/Palaka Wira menyambut positif audiensi tersebut. Ia mengapresiasi langkah FORKI Sulbar dalam mengembangkan olahraga karate sekaligus membina generasi muda melalui kegiatan yang positif dan produktif.
Pangdam menegaskan bahwa TNI siap mendukung berbagai kegiatan olahraga yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya program yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, dan sportivitas generasi muda.
Pelaksanaan Open Tournament Karate Piala Panglima TNI dalam rangka HUT ke-81 TNI diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan, menambah jam terbang, serta membangun mental bertanding.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI, FORKI, pemerintah daerah, insan olahraga, dan masyarakat dalam membangun prestasi olahraga sekaligus mencetak generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berkarakter.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.