Jakarta – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 yang akan berlangsung pada awal Agustus 2026 di kawasan olahraga nasional, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Kejuaraan internasional ini diproyeksikan menjadi salah satu ajang taekwondo terbesar di kawasan Asia dengan menghadirkan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.

Ajang bergengsi tersebut akan mempertandingkan dua nomor utama, yakni Poomsae dan Kyorugi. Pertandingan Poomsae kategori Recognized dan Freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Agustus 2026, sementara nomor Kyorugi senior putra dan putri akan digelar pada 3–5 Agustus 2026. Kejuaraan ini menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk menguji kemampuan mereka di level internasional.

PBTI menegaskan kesiapan penyelenggaraan melalui dukungan sumber daya manusia yang berpengalaman, mulai dari wasit bersertifikat internasional, pelatih, manajer pertandingan, hingga tenaga teknis. Pengalaman Indonesia dalam menggelar berbagai kejuaraan nasional dan internasional menjadi modal utama untuk memastikan seluruh rangkaian kompetisi berjalan sesuai standar dunia.

Pemilihan arena pertandingan di kawasan Gelora Bung Karno juga dinilai strategis. Venue Indoor Tennis GBK yang pernah digunakan pada ajang Asian Games 2018 memiliki fasilitas berstandar internasional dengan kapasitas ribuan penonton serta area pertandingan yang memadai untuk mendukung jalannya kompetisi secara maksimal.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kejuaraan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan taekwondo di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran atlet-atlet terbaik Asia tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi atlet nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan event olahraga internasional berkualitas tinggi. (*)