LUWUK | Titahnews.com – Pemerintah Kabupaten Banggai mendorong pengembangan usaha arang batok kelapa sebagai upaya meningkatkan nilai tambah potensi lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi desa. Dari 11 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat, lima di antaranya telah aktif berproduksi dengan total produksi sekitar 13 ton.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan launching pemasaran perdana arang batok kelapa di Desa Uling, Kecamatan Kintom, Jumat (9/10/2026) pagi, yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Moh. Ramli Tongko.

Program tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banggai, PT Panca Amara Utama (PAU), dan sejumlah BUMDes untuk mengembangkan pemasaran arang batok kelapa di pasar domestik maupun internasional.

Dalam sambutan tertulis Bupati Banggai Amirudin yang dibacakan Sekda, pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi tersebut karena membuka peluang pemanfaatan batok kelapa yang selama ini kerap dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Bupati berharap kerja sama itu berlanjut dari penyediaan bahan baku, proses produksi, peningkatan kualitas, pengemasan, hingga perluasan akses pasar. Dukungan perusahaan juga diharapkan mencakup pembinaan, peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, serta pemenuhan standar produk.

Kepala Dinas PMD Banggai, Hasan Baswan M. Dg. Masikki, menyebut capaian produksi lima BUMDes menjadi langkah awal pengembangan usaha berbasis potensi desa. Sementara itu, PT PAU menyatakan komitmennya mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility(CSR).

Kolaborasi pemerintah daerah, BUMDes, dan sektor swasta ini diharapkan mampu memperluas peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi desa di Kabupaten Banggai.