TOLITOLI – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) bersama Lembaga Seni Budaya Sulawesi Selatan (LSB-SS) Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan Tudang Sipulung Rembuk Budaya di Tanah Rantau di Rumah Adat Bola Sanggar Pelatihan Sulawesi Selatan, Jalan Lanoni No. 88, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sabtu (16/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergitas Pelestarian Budaya Antar Kerukunan” tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjaga kelestarian budaya Sulawesi Selatan di perantauan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Raja Tolitoli, Dr. Moh. Saleh Bantilan, S.H., M.H. (Gaukan XVII Tolitoli), Ketua BPD KKSS Tolitoli Andi Ahmad Syarif, Ketua Pelaksana Sulaeman Pajalani, S.H., Sekretaris Kamlawati Laiding, S.Pd.I., M.Pd., para ketua pilar KKSS, tokoh adat, pengurus KKSS dan LSB-SS, serta tamu undangan lainnya.

Kedatangan Raja Tolitoli bersama rombongan disambut dengan prosesi adat Angngaru yang dipimpin Zaenuddin Dewa, S.H. Tradisi khas masyarakat Bugis-Makassar tersebut disampaikan dalam bahasa Makassar kuno dengan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan.

Sebelum memasuki Rumah Adat Bola, Raja Tolitoli dan rombongan terlebih dahulu mengikuti prosesi adat berupa ritual simbolis dan hamburan beras yang melambangkan pembersihan diri serta doa restu.

Dalam sambutannya, Raja Tolitoli Dr. Moh. Saleh Bantilan menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat sebagai modal utama pembangunan daerah.

“Siapa pun dia, dari suku mana pun dia, bahkan bukan asli Tolitoli, selama memiliki niat membangun Tolitoli, maka kami mendukung,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada KKSS atas terselenggaranya kegiatan rembuk budaya yang dinilai mampu mempererat hubungan antarsuku sekaligus memperkuat kolaborasi antara budaya lokal Tolitoli dan budaya Sulawesi Selatan.

Menurutnya, pelestarian budaya harus terus dilakukan melalui kegiatan positif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat sehingga nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua BPD KKSS Tolitoli Andi Ahmad Syarif mengatakan bahwa Tudang Sipulung merupakan ruang musyawarah bersama untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

“Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat persaudaraan sesama warga Sulawesi Selatan di perantauan sekaligus membangun sinergi dengan berbagai kerukunan yang ada di Kabupaten Tolitoli,” katanya.

Ia juga secara resmi membuka kegiatan rembuk budaya yang kemudian diisi dengan diskusi budaya, pertunjukan seni tradisional, serta dialog antarkerukunan.

Suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Kegiatan berakhir pukul 12.10 WITA dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Dengan terselenggaranya Tudang Sipulung, KKSS Tolitoli berharap semangat menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan melestarikan budaya daerah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat multikultural Kabupaten Tolitoli.