Buol – Pemerintah Kabupaten Buol terus mempercepat program revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) guna meningkatkan kualitas infrastruktur, keamanan, serta estetika wilayah. Hingga April 2026, realisasi pemasangan PJU telah mencapai sekitar 500 titik dari total target 2.500 titik yang akan diselesaikan secara bertahap.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Revitalisasi PJU yang dipimpin Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (22/4/2026). Rapat tersebut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta pihak penyedia jasa pelaksana.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa program PJU menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena berdampak langsung pada kenyamanan, keamanan, dan wajah kota, terutama pada malam hari.

“Peran aktif seluruh stakeholder sangat dibutuhkan, khususnya camat dan lurah, untuk mengawal pelaksanaan di lapangan. Setiap kendala teknis harus segera dikomunikasikan dengan dinas terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Buol melaporkan, dari total pemasangan tersebut terdiri dari 200 unit lampu berdaya 70 watt dan 300 unit lampu 40 watt yang tersebar di sejumlah titik di ibu kota kabupaten.

Adapun lokasi pemasangan meliputi beberapa ruas jalan strategis seperti Jalan MA Turungku, Jalan MT Haryono, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Kemiri, kawasan Padat Karya, Jalan Ahmad Yani (Buol–Gorontalo Leok), Jalan Syarif Mansyur Lorong Gulegian, Jalan U. Hanggi, Jalan Cakalang, Jalan Pramuka, hingga kawasan dalam kota.

Meski progres berjalan positif, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, di antaranya vegetasi pohon yang menghalangi pencahayaan serta keterbatasan tiang lampu di beberapa titik.

Sementara itu, pihak pelaksana optimistis jumlah pemasangan dapat meningkat hingga 650 titik dalam waktu dekat. Hal ini didukung oleh ketersediaan material dan kapasitas pemasangan yang mencapai rata-rata 50 titik per hari.

Dalam rapat tersebut, camat dan lurah juga menyampaikan berbagai usulan, termasuk kebutuhan penerangan di jalur evakuasi, kawasan permukiman, fasilitas umum, serta titik rawan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dinas Perkim menegaskan bahwa program ini dilaksanakan secara bertahap dengan prioritas pada wilayah strategis dan kebutuhan mendesak. Selain itu, akan dilakukan survei ulang untuk memastikan pemasangan tepat sasaran.

Rapat koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam percepatan program PJU, termasuk dukungan Dinas Lingkungan Hidup dalam penanganan vegetasi serta keterlibatan aktif pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam pengawasan.

Melalui program ini, Pemkab Buol berharap peningkatan kualitas penerangan jalan tidak hanya memperindah kota, tetapi juga mendukung keamanan, kenyamanan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.