KETAPANG — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat diperkuat dengan penggeseran sebagian personel TNI dari wilayah utara menuju sektor selatan. Langkah ini dilakukan karena kondisi Karhutla di wilayah selatan masih dipengaruhi cuaca yang relatif kering.
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan kebijakan tersebut saat meninjau penanganan Karhutla di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang, Kamis (17/9/2026). Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah wilayah di sektor utara mengalami perbaikan, ditandai dengan menurunnya hotspot dan fire spot.
“Pasukan dari sektor utara yang kondisinya sudah membaik kita geser ke wilayah selatan,” ujar Novi. Personel tersebut akan ditempatkan bersama unsur Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, dan Polri hingga tingkat kecamatan dan desa untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Di Kabupaten Ketapang, personel Koramil 1203-13/Matan Hilir Selatan bersama tim gabungan melaksanakan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan lahan terbakar di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (18/9/2026). Kondisi lahan gambut yang kering menjadi kendala karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh dan berulang.
Upaya penanganan juga dilakukan melalui patroli serta pemantauan di kawasan rawan. Petugas turut mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan masyarakat terus memperkuat koordinasi untuk menekan penyebaran titik api dan mencegah munculnya Karhutla baru.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.