PEKANBARU — Pelatihan SAR Planning Angkatan XXXIX Tahun 2026 resmi berakhir di Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru, Rabu (23/9/2026). Sebanyak 22 peserta dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru serta Banda Aceh dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.

Kegiatan yang berlangsung selama 18 hari, sejak 7 hingga 23 September 2026, tersebut digelar sebagai bagian dari peningkatan kompetensi personel dalam perencanaan operasi pencarian dan pertolongan. Pelaksanaannya mengacu pada kurikulum Pelatihan Teknis SAR Planning yang ditetapkan melalui Keputusan Sekretaris Utama Nomor SK.SU-149/HK.02.04/X/BSN-2025.

Penutupan dihadiri Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi, S.Sos., M.M., Kepala Pusat Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Anggit Mulyo Satoto, S.S., M.M., Kepala Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Emi Frizer, S.E., M.M., serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain, S.Si., M.Si., bersama sejumlah pejabat terkait.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa pelatihan SAR Planning ditujukan untuk membekali personel dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun serta mengelola rencana operasi SAR secara sistematis. Kompetensi tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan operasi yang efektif, terkoordinasi, dan sesuai prosedur.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dari instruktur Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan. Materi tidak hanya mencakup pemahaman konsep SAR Planning, tetapi juga penerapannya dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan operasi pencarian serta pertolongan.

Pelatihan mendapat supervisi dari Pusat Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan dan Balai Diklat Basarnas. Melalui kegiatan ini, kompetensi personel diharapkan semakin meningkat sehingga perencanaan operasi SAR dapat dilakukan secara terstruktur, terukur, serta tetap mengedepankan keselamatan petugas dan korban.