MOROWALI UTARA, Titahnews.com – Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama dan budaya. Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama, lembaga pendidikan keagamaan, dan generasi muda dalam membangun masyarakat yang berkarakter.

Pesan tersebut disampaikan Delis saat membuka Dialog Kebangsaan dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Kamis (22/10/2026). Kegiatan itu mengusung tema “Meneguhkan Persatuan, Merawat Kerukunan, dan Membangun Morowali Utara Berkemajuan dalam Semangat Tepo Asa Aroa.”

Delis mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas moral, spiritual, dan intelektual masyarakat. Menurutnya, tokoh agama, pengasuh pesantren, serta guru agama memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, membentuk akhlak, dan menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.

“Melalui momentum Hari Santri dan Dialog Kebangsaan ini, mari kita teguhkan persatuan untuk menangkal segala potensi perpecahan, merawat kerukunan yang sudah terjalin indah, demi mewujudkan Morowali Utara yang berkemajuan, sejahtera, dan harmonis,” ujar Delis.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan keagamaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurut Delis, insentif bagi imam, pendeta, dan pemangku tetap dipertahankan, begitu pula program pendidikan gratis bagi siswa.

Kepada para santri dan pelajar, Delis berpesan agar terus menuntut ilmu, memperkuat akhlak, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengembangkan inovasi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian pribadi, tetapi juga oleh manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Morowali Utara sekaligus anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, menyampaikan materi tentang empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Dialog Kebangsaan juga membahas penguatan ideologi Pancasila, moderasi beragama, serta kontribusi pemuda dan santri dalam pembangunan daerah. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, Ketua FKUB Morowali Utara, anggota DPRD, perwakilan Kementerian Agama, unsur Kejaksaan Negeri, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta pimpinan dan santri dari sejumlah pondok pesantren.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap nilai persatuan dan toleransi semakin mengakar sehingga masyarakat dapat terus bekerja sama mewujudkan Morowali Utara yang damai, harmonis, dan berkemajuan dalam semangat Tepo Asa Aroa.