Medan | Titahnews.com —

Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba terus dilakukan Polrestabes Medan. Setelah barak yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba di Dusun 3 Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, dihancurkan dan dibakar, tim gabungan kembali melakukan pemantauan serta pemeriksaan di lokasi tersebut, Selasa (27/10/2026) malam.

Dalam pemeriksaan ulang itu, petugas menemukan sejumlah plastik klip yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba. Selain itu, tim juga menemukan indikasi praktik perjudian di lokasi tersebut.

Bersama Kepala Dusun (Kadus) 3 Selambo, Ayub Marbun, tim gabungan memeriksa secara mendetail gubuk yang sebelumnya digunakan warga, khususnya para ibu, sebagai tempat berkumpul. Namun, dalam tiga hari terakhir, lokasi tersebut diduga beralih fungsi menjadi tempat transaksi narkoba dan perjudian.

“Gubuk ini tadinya tempat mamak-mamak berkumpul, namun tiga hari yang lalu mendadak berubah jadi tempat jual beli narkoba dan judi, hingga akhirnya dihancurkan dan dibakar,” ujar Ayub Marbun.

Di lokasi yang sama, Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, S.H., S.I.K., M.I.P., mengatakan pihaknya menemukan beberapa plastik klip saat melakukan pemeriksaan ulang.

Polisi kini terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga melarikan diri dari lokasi tersebut.

“Di lokasi kami temukan plastik klip. Kami sedang mengejar pelaku-pelaku yang kabur, dan kami pastikan akan kami ringkus,” tegas Rafli.

Rafli menambahkan, pihaknya menduga para pelaku berupaya menjadikan kawasan Selambo sebagai lokasi baru untuk aktivitas narkoba. Dugaan tersebut muncul di tengah gencarnya penindakan Polrestabes Medan terhadap peredaran narkoba di kawasan Jermal, yang lokasinya berdekatan dengan Selambo.

“Para pelaku kami duga ingin mencari tempat baru karena penindakan yang dilakukan di kawasan Jermal begitu masif,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran narkoba, Polrestabes Medan bersama masyarakat akan terus memantau kawasan Selambo. Lokasi tersebut kini menjadi salah satu titik pantauan tim gabungan guna mencegah kembali munculnya aktivitas penyalahgunaan narkoba maupun praktik ilegal lainnya.