POSO – Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, membuka Pelatihan Islam Sekolah Wasathiyah Tahun 2026 di Hotel Ancyra Poso, Jumat (6/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia membacakan sambutan tertulis Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM.

Pelatihan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun karakter umat yang menjunjung tinggi nilai kedamaian, persaudaraan, keadilan, dan kemaslahatan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup, dijelaskan bahwa konsep Islam Wasathiyah mengajarkan umat untuk mengambil jalan tengah, bersikap adil, seimbang, serta tidak berlebihan dalam menjalani kehidupan. Nilai tersebut dinilai semakin relevan di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.

Bupati berharap Sekolah Wasathiyah mampu memperkuat pemahaman Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin serta menjaga kerukunan dan persaudaraan di Kabupaten Poso. Peserta juga diharapkan tidak sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi mampu menerapkan dan menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan masing-masing.

Perhatian juga diarahkan pada penggunaan media sosial. Para peserta diingatkan agar menyampaikan pesan keagamaan secara bijak dan tidak menjadikan agama sebagai sarana menyebarkan kebencian, fitnah, penghinaan, maupun informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Sebaliknya, ruang digital harus dimanfaatkan untuk menyebarkan ilmu, kebaikan, toleransi, dan pesan perdamaian.

Menurut Bupati, penguatan nilai Wasathiyah turut mendukung pembangunan daerah. Selain infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan membutuhkan masyarakat yang berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu hidup berdampingan secara damai.

Karena itu, Pemkab Poso mengharapkan keterlibatan tokoh agama, ulama, pendidik, dai, organisasi keagamaan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, serta memiliki wawasan kebangsaan.

Menutup sambutannya, Bupati berharap pelatihan tersebut melahirkan kader-kader yang dapat menjadi agen moderasi beragama di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan membagikan ilmu yang diperoleh agar memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah.