Bekasi, titahnews,com – Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang remaja berinisial ZK yang diduga dilakukan oleh pihak sekolah SD Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama Kota Bekasi langsung mendapat tanggapan dari Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau Benny F gunawan sangat menyayangkan hal tersebut terjadi disekolah, apalah dugaannya dilakukan oleh oknum sekolah itu sendiri.
Dikatakannya, pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan harus semaksimal mungkin mencegah terjadinya tindakan-tindakan perundungan maupun kekerasan dilingkungan sekolah baik itu dari Pimpinan Sekolah, Wali Kelas, Guru hingga ke penjaga sekolah.
“Sebagai lembaga pendidikan, harusnya pihak sekolah mencegah adanya dugaan perundungan di lingkungan sekolah. Apalagi kabarnya ini dilakukan oleh oknum dalam sekolah itu sendiri, harusnya itu tidak terjadi,” Ungkapnya, Sabtu, 18 Mei 2024 siang.
Menurutnya, pihak sekolah tentunya mempunyai tanggung jawab moril terhadap orang tua peserta didiknya., Kejadian terhadap siswa disekolah Al-azhar Kemang Pratama Bekasi ini seharusnya dapat diselesaikan dilingkungan sekolah.
“Pihak sekolah harusnya dapat menyelesaikan masalah ini, misalnya dalam melakukan penilaian atau tes khatam itu hasilnya dapat diberitahukan atau di infokan langsung ke orang tuanya sehingga mental anak dilingkungan sekolah tetap stabil dan percaya diri,” Harapnya.
Saat ini, Komnas Perlindungan Anak Riau sudah berkoordinasi dengan Komnas Perlindungan anak Kota Bekasi untuk menindaklanjuti kasus dugaan perundungan yang terjadi terhada ZK ini.
“Sudah koordinasi dengan Komnas Perlindungan Anak Bekasi, dan akan segera ditindaklanjuti terkait kasus ini,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Kasus Perundungan yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan seakan tidak ada habisnya, kali ini hal tersebut diduga terjadi di SD Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama Kota Bekasi.
Kejadian yang harusnya tidak terjadi di sekolah yang berlandaskan pendidikan agama ini, melakukan hal yang mungkin mereka tidak sadari atau mereka tidak perduli akan mental peserta didik, hal ini terjadi terhadap salah seorang siswi didik ZK yang duduk di bangku kelas 6 SD.
ZK ini merupakan salah satu siswa yang cukup memiliki prestasi yang sangat membanggakan kota bekasi bahkan provinsi jawa barat bahkan nama baik indonesia dan merupakan sumber inspirasi untuk anak-anak seusianya.
Orang tua ZK bernama Reza mengungkapkan prestasi yang di ukir ZK selama ini malah membuat dia seperti tidak di acuhkan atau tidak di anggap di SD Islam Alazhar 9 Kemang Pratama Kota Bekasi tersebut, bahkan dianggap sebagai pengaruh buruk di lingkungan SD Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama Kota Bekasi.
Dan saat ini, pihak keluarga juga telah melakukan upaya pelaporan terkait dugaan kasus perundungan ini ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi atau pun Jawa Barat.

