Pekanbaru – Normalisasi drainase yang berada di Jalan Arifin Ahmad masih terus berlanjut hingga Selasa (6/5). Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar menyebut justru ada penambahan alat dan angkutan pembersihan parit.
‘’Konsentrasi di jalan Arifin Ahmad, titik banjir cukup krusial, jalan cukup vital bisa kita selesaikan,kita juga melakukan penambahan alat dan angkutan,’’ ujarnya.
Penambahan armada tersebut seiring dengan butuhnya sumber daya yang besar untuk melakukan penggalian. “Pembersihan ataupun penggalian ulang parit butuh sumber daya besar,’’ ujarnya.
Sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho turun ke salah satu lokasi banjir di Jalan Arifin Ahmad sekitar pukul 02.00 dinihari. Ia melihat progres pekerjaan normalisasi yang saat ini sedang berlangsung. Ada sejumlah gorong-gorong ditanam dalam parit dan pelebaran parit jalan yang dilakukan. Agung ingin memastikan bahwa penanganan banjir sudah berjalan, pasca dia turun ke lokasi tersebut beberapa hari kemarin.
“Beberapa bangunan masyarakat membangun sudah melebihi GSB (garis sempadan bangunan). Tidak ada juga IMB nya,” kata Agung Nugroho.
Menurutnya, drainase yang tidak berfungsi baik menjadi sumber utama penyebab banjir di kawasan Jalan Arifin Ahmad. Agung sudah meminta camat, dan lurah agar berkomunikasi ke pemilik bangunan supaya bisa melakukan pembongkaran bangunan yang menutup drainase. “Jadi ini (bangunan) akan dihancurkan untuk normalisasi drainase. Inilah titik banjir di Arifin Ahmad ini,” ungkapnya.
Dinas PUPR Kota Pekanbaru sudah mulai melakukan normalisasi drainase di kawasan tersebut. Mereka melakukan normalisasi agar drainase saling terhubung dan air bisa mengalir lancar saat hujan turun.
Dia juga mengimbau masyarakat supaya tidak membangun di atas drainase apalagi sampai menutup drainase. Masyarakat juga diimbau untuk membuang sampah ke dalam drainase supaya tidak terjadi penyumbatan dan sebabkan banjir. (Afi).

