Tolitoli – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda (jembatan gantung) resmi dimulai melalui kegiatan ground breaking yang dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) pukul 09.50 WITA, bertempat di Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

Kegiatan yang mengusung tema “Negara Hadir untuk Rakyat” ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mempermudah akses transportasi masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini masih terbatas aksesnya.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh. Asrus Bantilan, Pasi Ter Kodim 1305/BT Kapten Arh Solih Budi, perwakilan Lanal Tolitoli Kapten Laut (PM) Suhartono, Kasat Sabhara Polres Tolitoli Iptu Lubis, Kasi Intel Kejari Tolitoli Andi Gunawan, Danramil 1305-01 Baolan Kapten Inf Eko Wahyudi, perwakilan Dinas PUPR Zulkifli, Camat Baolan Andi Irmayanti Azis, serta Lurah Nalu Ahyar Tauhid. Kegiatan juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

Acara diawali dengan pembukaan, doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan laporan kesiapan pembangunan oleh Pasi Ter Kodim 1305/BT.

Dalam laporannya, Kapten Arh Solih Budi menjelaskan bahwa jembatan ini merupakan proyek strategis yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Jembatan gantung ini memiliki lebar 120 cm dengan bentangan sepanjang 100 meter dan diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua.

Pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 35 hari, mulai 4 April hingga 8 Mei 2026, dengan tahapan pekerjaan meliputi mobilisasi alat dan material, pembangunan fondasi dan pilar, pemasangan kabel utama, perakitan rangka jembatan, hingga tahap finishing dan uji beban.

Selain itu, kesiapan pembangunan juga telah didukung oleh hasil survei teknis, termasuk survei topografi dan uji tanah, serta ketersediaan material dan tenaga kerja yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sambutan Bupati Tolitoli yang dibacakan oleh Sekda menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat karena akan memperlancar aktivitas warga serta meningkatkan akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan publik.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan besar dalam mendorong percepatan pembangunan. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Sekda dalam sambutannya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan tersebut secara berkelanjutan.

Sebagai tanda dimulainya pembangunan, dilakukan peninjauan lokasi sekaligus peletakan batu pertama, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.50 WITA dalam keadaan tertib dan aman.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan mampu membuka akses wilayah yang terisolasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tolitoli, khususnya di Kelurahan Nalu dan sekitarnya.