PRABUMULIH, 20 April 2026 – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4, bagian dari Regional Sumatra Subholding Upstream Pertamina, membuktikan ketangguhannya dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Melalui strategi pengeboran yang agresif dan inovatif sepanjang tahun 2025, PEP Zona 4 berhasil mencatatkan peningkatan produksi sekaligus memborong lima penghargaan bergengsi dalam Quarterly Development & Production Coordination Meeting yang digelar di Banggai, Sulawesi Tengah, 7-11 April 2026.

Prestasi ini menandai tren positif perusahaan yang berhasil melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Jika pada 2025 (untuk kinerja 2024) PEP Zona 4 meraih empat penghargaan, tahun ini jumlah tersebut meningkat menjadi lima kategori penghargaan, termasuk predikat paling bergengsi dalam hal agresivitas pengembangan sumur dan efisiensi investasi.

Capaian Produksi dan Operasi yang Masif

Di tengah tantangan lapangan yang sudah matang (mature field), PEP Zona 4 sukses memproduksi 27.642 barel minyak per hari (BOPD) dan 530,9 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) pada akhir 2025. Hasil ini didorong oleh realisasi lebih dari 90 pengeboran yang mencakup:

  • 8 sumur step out/interfield di struktur Abab, Benuang, Mangunjaya, dan Niru.
  • 9 sumur pengembangan area baru di struktur Lavatera, Lembak Kemang Tapus, Prabumenang, dan Talang Jimar.
  • 82 sumur sisipan (infill drilling) untuk memaksimalkan potensi di lapangan yang sudah ada.

General Manager Pertamina EP Zona 4, Djujuwanto, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini adalah keberanian dalam menerapkan strategi pengeboran yang tidak biasa.

“Kami tidak hanya sekadar mengebor, tapi melakukan optimasi melalui pendekatan Step Out, Near Field, dan Interfield Drilling. Hasilnya, kami mampu menekan laju penurunan alami produksi dan justru memberikan angka pertumbuhan yang signifikan bagi negara,” ujar Djujuwanto.

Inovasi dan Keberlanjutan

Lima penghargaan yang diraih, di antaranya The Most Aggressive Development dan The Best DWI Breakthrough Improvement, menjadi pengakuan atas efektivitas tim subsurface dalam mengeksekusi program kerja yang rumit namun tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja (HSSE) serta kelestarian lingkungan.

“Prestasi ini adalah fondasi bagi kami untuk menghadapi target 2026 yang lebih menantang. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan terobosan teknologi pengeboran guna mendukung target produksi nasional,” tutup Djujuwanto.

PEP Zona 4 saat ini mengelola tujuh wilayah kerja yang tersebar di Sumatera Selatan, mencakup kota Prabumulih, Palembang, hingga sembilan kabupaten lainnya, di bawah pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumbagsel.