Tanah Abang — Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang mengkritik pernyataan Camat Tanah Abang yang menyimpulkan bahwa air Sungai Bungen tidak tercemar dan aman dikonsumsi hanya berdasarkan pengamatan lapangan tanpa uji laboratorium terstandar.

Koordinator Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang, Hadi Prasmana, S.Kom, menilai pernyataan tersebut prematur dan berpotensi membahayakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kualitas air tidak dapat ditentukan hanya dari tampilan visual. “Air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari zat berbahaya seperti logam berat, bakteri E. coli, maupun bahan kimia beracun. Tanpa uji laboratorium, klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat,” ujarnya.

Hadi menambahkan bahwa penentuan kualitas air telah diatur dalam regulasi nasional yang mewajibkan pengujian parameter fisika, kimia, dan biologi sebelum menyatakan air layak dikonsumsi.

Hal senada disampaikan Koordinator Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang lainnya, Muslim Abdurrasyid. Ia mengkritik sikap yang dinilai kurang hati-hati dalam menyampaikan informasi publik. “Ini bukan sekadar persoalan komunikasi, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Jika masyarakat mempercayai pernyataan tersebut lalu mengonsumsi air yang belum teruji, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.

Forum menilai pendekatan yang digunakan tidak mencerminkan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dalam pengelolaan lingkungan dan kesehatan publik. Klaim tanpa dasar ilmiah dinilai berisiko menyesatkan masyarakat dan dapat dikategorikan sebagai kelalaian dalam penyampaian informasi.

Sebagai bentuk kontrol sosial, Forum Pemuda Mahasiswa Tanah Abang mendesak agar dilakukan uji laboratorium independen terhadap kualitas air Sungai Bungen oleh instansi berwenang, disertai transparansi hasil kepada publik secara terbuka dan akuntabel. Selain itu, mereka juga meminta klarifikasi resmi dari Camat Tanah Abang melalui pemberitaan media serta evaluasi prosedur penyampaian informasi publik.

Forum menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan upaya menjaga akuntabilitas dan keselamatan masyarakat. Mereka menekankan bahwa setiap kebijakan atau pernyataan yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus didasarkan pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

(Rado, L /