Batam – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir kembali ditunjukkan melalui aksi penanaman mangrove bertajuk “Save Mangrove Save The World” yang berlangsung di kawasan Pantai Tanjung Bemban, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut mendapat pengawalan dari jajaran Polsek Nongsa guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib. Kapolsek Nongsa Kompol Eriman melalui Piket Pawas Polsek Nongsa Iptu Jefry Adil Akbar, S.H. memimpin monitoring pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Aksi penghijauan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Camat Nongsa Eva, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Dohar, Dekan Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Prof. Suryo Hartanto, Ketua LAM Nongsa Datuk Agus Wahab, mahasiswa Unrika, serta anggota LSM Abdul Wahab Center (AWC).

Personel pengamanan terdiri dari Bhabinkamtibmas Batu Besar, personel patroli, dan personel piket intelkam Polsek Nongsa. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan menjaga situasi tetap kondusif selama proses kegiatan hingga penanaman mangrove selesai dilaksanakan.

Panitia pelaksana, Yarsi Efendi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap ancaman kerusakan lingkungan pesisir. Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam dengan pola jarak empat meter antar tanaman agar pertumbuhan dapat berlangsung optimal.

Dekan Unrika Prof. Suryo Hartanto mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam aksi penghijauan menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan dan upaya membangun kesadaran menjaga ekosistem pesisir.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan industri dan jumlah penduduk di Kota Batam. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya lewat penanaman mangrove, tetapi juga dimulai dari kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga menyatakan dukungan terhadap kegiatan pelestarian lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat pesisir. Iptu Jefry Adil Akbar menilai penanaman mangrove merupakan langkah nyata dalam mencegah abrasi sekaligus menjaga ekosistem pantai agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Usai sambutan dan penyerahan sertifikat penanaman mangrove, seluruh peserta bersama-sama melakukan penanaman bibit di kawasan pesisir Pantai Tanjung Bemban. Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif.