Tolitoli – Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Tolitoli menggelar Festival Kuliner Khas Sulawesi Selatan 2026 di halaman Gedung Olahraga Mokkondogan, Jalan Veteran, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Jumat (15/5/2026) sore.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju Pelantikan Pengurus BPD KKSS Tolitoli Masa Bakti 2026–2031 ini berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Seluruh makanan dan minuman yang disajikan dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung.
Acara dibuka secara resmi melalui pengguntingan pita oleh Ketua BPD KKSS Tolitoli, Andi Ahmad Syarif. Hadir pula Seksi Harian Ir. Rahmat Ali, Sekretaris Sulaeman Pajalani, S.H., Bendahara Hasrullah, S.E., M.M., tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran pengurus KKSS Tolitoli.
Sebanyak 21 pilar dan perwakilan wilayah turut ambil bagian dalam festival dengan menyajikan aneka makanan dan kue tradisional khas daerah masing-masing. Di antaranya berasal dari Selayar, Bone, Sinjai, Barru, Bulukumba, Wajo, Sidrap, Pinrang, Soppeng, Gowa, Luwu Raya, Pangkep, Toraja, Maros, Takalar, Mandar/Sulawesi Barat, hingga Gorontalo melalui Kerukunan Lamahu.
Selain itu, Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS), Margo Rukun, perwakilan Tolitoli, serta mahasiswa STIE Mujahidin juga ikut memeriahkan festival kuliner tersebut.
Berbagai sajian tradisional khas Sulawesi Selatan menjadi daya tarik utama festival, seperti Barongko, Bolu Peca, Kue Dange, Onde-onde, Pisang Ijo, Sarabba, Kapurung, Jalang Kote, Keripik Pisang, Apam, Bolu Gulra, Sop Ubi, Cucur, hingga Nasi Jaguna.
Ketua BPD KKSS Tolitoli, Andi Ahmad Syarif, dalam sambutannya mengatakan festival kuliner ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Sulawesi Selatan kepada masyarakat Tolitoli sekaligus mempererat hubungan persaudaraan warga perantau.
“Festival ini menjadi wadah memperkenalkan ragam kuliner khas Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas. Kue Barongko misalnya, bukan hanya makanan khas Bugis-Makassar, tetapi juga memiliki filosofi tentang siri’ atau harga diri dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana kampung halaman bagi warga perantau yang berada di Tolitoli.
“Kami ingin masyarakat merasakan kehangatan kampung halaman dalam setiap rasa. Ini juga menjadi bentuk kontribusi KKSS dalam mempererat persaudaraan di tanah rantau menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Festival Kuliner Khas Sulawesi Selatan 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 15 hingga 16 Mei 2026, setiap pukul 16.20 WITA hingga selesai.
Kegiatan hari pertama berakhir sekitar pukul 17.20 WITA dalam situasi aman, tertib, dan lancar. BPD KKSS Tolitoli juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pilar, sponsor, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan festival tersebut.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.