Medan | Titahnews.com
Kerja keras personel Mission Impossible Team (MIT) Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut akhirnya berhasil mengungkap aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal sadis terhadap penumpang angkutan kota (angkot) Morina trayek 81 yang sempat menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu, angkot Morina 81 yang dikemudikan sopir cadangan Erikson Napitupulu (EN) alias Memes alias Tatoo melintas dengan kondisi dipenuhi penumpang.
Di tengah perjalanan, seorang penumpang wanita naik ke dalam angkot untuk berangkat bekerja. Namun tanpa diduga, perjalanan berubah menjadi aksi kriminal brutal.
Tiga penumpang perempuan menjadi korban pembegalan bersenjata tajam. Pelaku membacok korban menggunakan parang demi merampas handphone milik mereka.
Ironisnya, sopir angkot yang mengetahui aksi kejahatan tersebut justru tidak menghentikan kendaraan, melainkan mempercepat laju mobil agar teriakan korban tidak terdengar warga sekitar.
Karena takut kehilangan nyawa, para korban akhirnya nekat melompat dari dalam angkot yang sedang melaju untuk menyelamatkan diri.
Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor laporan polisi: LP/B/326/IV/SPKT/Unitreskrim/Polsek Medan Labuhan/Polres Belawan/Polda Sumut.
Ketiga korban diketahui bernama Juliana Pratiwi (23) warga Jalan Platina, Titipan, Erika Hasibuan (24), dan Nova Yanti Porman Tampubolon (21) warga Kecamatan Medan Labuhan. Seluruh korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto bersama Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh langsung menurunkan personel MIT Jatanras yang dipimpin Kasubdit III Jatanras Kompol Jama Kita Purba untuk melakukan penyelidikan.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.
Hasil penyelidikan akhirnya mengungkap bahwa aksi begal sadis tersebut memang telah direncanakan oleh sopir angkot bersama rekannya, Sony Liston Siringoringo (SLS) alias Ringo.
“Ternyata aksi pembegalan di dalam angkot itu memang sudah direncanakan oleh EN dan rekannya SLS alias Ringo,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, Jumat (15/5/2026).
Pelaku Erikson Napitupulu berhasil ditangkap saat bersembunyi di Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir. Sedangkan pelaku Sony Liston Siringoringo diamankan di wilayah Jambi setelah sempat melarikan diri.
“Kedua pelaku usai diamankan mengakui perbuatan sadis terhadap para penumpang,” ungkap Ricko.
Menurutnya, aksi pembegalan itu dilakukan karena pelaku Sony tidak memiliki biaya untuk pergi ke Jambi.
Saat proses pengembangan pencarian barang bukti senjata tajam, pelaku SLS melakukan perlawanan dan berusaha menyerang petugas sehingga polisi terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku.
“Terhadap pelaku SLS diberikan tindakan tegas terukur karena berusaha menyerang anggota saat mencari barang bukti senjata tajam,” jelasnya.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba menambahkan, pelaku SLS merupakan otak aksi pembegalan yang membacok dan menganiaya para korban.
“Pelaku EN merupakan residivis, sedangkan pelaku SLS merupakan DPO kasus curanmor di wilayah Medan,” katanya.
Dari penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam, pakaian yang digunakan saat beraksi serta sejumlah barang lainnya.
Saat ini kedua pelaku telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.