Medan | Titahnews.com — Di tepian sungai kawasan Starban, Kota Medan, sebuah gerakan pendidikan tumbuh dari kepedulian para relawan muda. Program Sosial Relawan (SR) sejak 22 Juni 2022 mendirikan Rumah Belajar (RB) Starban sebagai ruang belajar gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Rumah belajar ini bukan sekadar tempat membaca dan menulis, tetapi juga menjadi ruang harapan bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan layak. Setiap akhir pekan, para relawan bergantian mengajarkan pelajaran dasar sekolah hingga berbagai aktivitas kreatif dengan metode bermain sambil belajar agar anak-anak tetap antusias mengikuti kegiatan.
Kawasan Starban dikenal sebagai wilayah pinggiran Kota Medan yang dihuni masyarakat dengan kondisi sosial dan ekonomi terbatas. Kondisi tersebut mendorong Program SR menjadikan daerah itu sebagai titik awal gerakan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan.
“Visi-misinya memberdayakan masyarakat termarginalkan, khususnya anak-anak di kawasan Starban yang selama ini kurang mendapatkan pendidikan layak. Melalui gerakan ini kami berharap kualitas SDM mereka bisa dibangun lebih baik. Jadi fokus kami bukan hanya pendidikan, tetapi juga pemberdayaan warga,” ujar Jihan, salah satu relawan.
Dalam pelaksanaannya, Rumah Belajar Starban menerapkan pendekatan holistik melalui dua pilar utama, yakni pendidikan karakter dan pendidikan akademis. Setiap sesi pembelajaran diawali dengan penanaman nilai sederhana seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan berkata tolong.
Sementara itu, pembelajaran akademis disesuaikan berdasarkan usia peserta. Anak-anak SD kelas awal difokuskan pada kemampuan membaca dan menulis, sedangkan siswa SMP hingga SMA mendapat pendampingan tugas sekolah serta motivasi belajar.
Kegiatan belajar berlangsung setiap Jumat pukul 16.00 WIB dan Sabtu pukul 14.00 WIB dengan peserta mulai usia prasekolah hingga tingkat SMA. Para pengajar berasal dari berbagai perguruan tinggi di Medan yang bergabung atas dasar kepedulian sosial.
Tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, Program SR juga mendampingi ibu-ibu warga melalui kegiatan usaha kecil. Hasil penjualan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional Rumah Belajar. Selain itu, komunitas ini menjalankan kegiatan thrifting atau penjualan barang bekas layak pakai sebagai sumber pendanaan kreatif komunitas.
Di bidang sosial lingkungan, SR aktif mengadakan senam bersama warga dan berkolaborasi dengan komunitas lain dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar.
Meski demikian, perjalanan Rumah Belajar Starban tidak selalu mudah. Kesibukan kuliah para relawan kerap memengaruhi konsistensi pengajar, sementara motivasi belajar anak-anak dan keterbatasan bahan ajar juga menjadi tantangan tersendiri.
Untuk mengatasi hal tersebut, para relawan terus berinovasi melalui pemutaran film edukatif, menjemput anak-anak langsung ke rumah mereka, hingga menyediakan waktu bermain sebelum kelas dimulai agar suasana belajar lebih menyenangkan.
Program SR berharap semakin banyak mahasiswa dan komunitas di Kota Medan yang terlibat dalam gerakan sosial ini. Sebab bagi mereka, Rumah Belajar Starban bukan sekadar tempat belajar membaca dan menulis, tetapi juga ruang bagi anak-anak di tepian sungai untuk memiliki mimpi yang lebih besar.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.