BUOL, Titahnews.com – Tim gabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Gorontalo bersama BMKG Sultan Bantilan Tolitoli melaksanakan survei lapangan pemetaan potensi cuaca, iklim, dan kebencanaan di Desa Mokupo, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, Selasa (14/7/2026).
Survei dilakukan di kawasan terdampak gempa bumi dengan menggunakan metode microtremor, yakni teknik perekaman getaran alami tanah untuk mengetahui karakteristik lapisan bawah permukaan serta tingkat kerentanan tanah terhadap guncangan gempa.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj Daimaroto, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol Moh. Kachfi Mardjuni, Kepala BMKG Sultan Bantilan Tolitoli Wahyu Guru Imamtoko, perwakilan BMKG Provinsi Gorontalo Asyer Octav, serta sekitar 20 personel gabungan dari BMKG dan BPBD Kabupaten Buol.
Wakil Bupati Buol menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei tersebut. Menurutnya, kajian ilmiah dari BMKG menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi potensi bencana.
“Mengingat kondisi geografis Kabupaten Buol yang memiliki potensi ancaman gempa bumi maupun bencana hidrometeorologi, hasil survei ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, penataan ruang, serta penguatan sistem peringatan dini sehingga risiko bencana dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia juga berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buol dan BMKG terus diperkuat melalui pertukaran data, pendampingan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga edukasi kepada masyarakat guna mewujudkan daerah yang lebih tangguh terhadap bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol Moh. Kachfi Mardjuni menegaskan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan survei tersebut.
Menurutnya, hasil kajian teknis BMKG akan menjadi referensi penting dalam penyempurnaan peta kawasan rawan bencana, penguatan sistem peringatan dini, serta penyusunan strategi mitigasi yang lebih efektif hingga tingkat desa.
“Data hasil survei nantinya juga diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan rencana kontinjensi, peningkatan kapasitas aparatur, serta edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana,” katanya.
Di sisi lain, Kepala BMKG Sultan Bantilan Tolitoli Wahyu Guru Imamtoko menjelaskan bahwa metode microtremormampu mengidentifikasi karakteristik struktur bawah permukaan tanah hingga kedalaman puluhan meter.
“Hasil pengukuran akan diolah menjadi peta spasial kerentanan tanah yang sangat bermanfaat dalam penyusunan tata ruang, pembangunan infrastruktur tahan gempa, serta kebijakan mitigasi berbasis data ilmiah,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil survei yang telah melalui proses verifikasi akan diintegrasikan ke dalam basis data BMKG Pusat di Jakarta sebagai bagian dari pembaruan data kegempaan nasional. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga kalangan akademisi sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan dan pengurangan risiko bencana.
BMKG juga mengimbau masyarakat Kabupaten Buol agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta selalu mengacu pada informasi resmi yang disampaikan BMKG maupun BPBD agar terhindar dari penyebaran informasi hoaks terkait potensi bencana.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.