Medan | Titahnews.com — Aksi pencurian sepeda motor milik pengunjung warung kopi (warkop) di Kota Medan yang sempat viral di media sosial akhirnya terungkap. Tim Khusus JCS bersama personel Opsnal Resmob Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap pelaku.
Tersangka Muhammad Satria Bate’e (25), warga kawasan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, terpaksa mendapat tindakan tegas dan terukur pada kedua kakinya karena disebut melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat proses pengembangan kasus.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan sekaligus Kanit Timsus JCS, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan pencurian sepeda motor di sebuah warkop di kawasan Jalan Amal Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.
“Pelaku kita amankan setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat dan rekaman kejadian yang sebelumnya juga viral,” ujar Bimo, Minggu (30/8/2026).
Peristiwa pencurian itu terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu korban, Titin Handayani Simarmata, sedang berada di Warkop Magi bersama rekannya.
Sepeda motor Honda Scoopy warna biru putih milik korban diparkir di depan kafe dalam kondisi stang terkunci.
Korban awalnya tidak mengetahui sepeda motornya telah dicuri. Pemilik kafe kemudian mendatangi korban dan menanyakan sepeda motor Scoopy yang terlihat dalam rekaman kamera pengawas.
“Korban kemudian melihat ke area parkir. Namun, sepeda motor yang sebelumnya diparkir di sana sudah tidak ada,” jelas Bimo.
Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Helvetia.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian mengarah kepada Muhammad Satria Bate’e. Tersangka akhirnya diringkus pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 16.10 WIB di kawasan Jalan Pasar 4, Gang Pala, Sei Mencirim, Sunggal.
“Saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya,” kata Bimo.
Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan aksi pencurian lainnya. Namun, dalam proses tersebut, tersangka disebut berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas.
“Pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Sehingga personel melakukan tindakan tegas dan terukur,” ungkapnya.
Tersangka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis sebelum diserahkan kepada penyidik Polsek Patumbak guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Akui Beraksi di Medan dan Aceh
Dari hasil interogasi, Bimo mengungkapkan bahwa tersangka mengaku tidak hanya melakukan pencurian di satu lokasi.
Polisi mencatat sedikitnya sembilan tempat kejadian perkara (TKP) yang diakui tersangka, terdiri dari lima lokasi di wilayah Medan dan empat lokasi di Aceh.
Di Medan, aksi pencurian yang diakui tersangka antara lain terjadi di kawasan Jalan Garu I Medan Amplas, Jalan Dwikora Medan Helvetia, Medan Maimun, kawasan Tasbi, serta Medan Sunggal.
Sementara di Aceh, tersangka mengaku beraksi di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Langsa, serta sejumlah wilayah lainnya.
Dalam menjalankan aksinya, Bate’e mengaku berperan sebagai pemetik atau eksekutor. Ia disebut tidak beraksi seorang diri, melainkan bersama rekannya berinisial T yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.
“Motor hasil curian kemudian dijual kepada seseorang berinisial L yang juga masuk dalam daftar pencarian polisi,” ungkap Bimo.
Untuk kasus pencurian Honda Scoopy di Medan Helvetia, tersangka mengaku sepeda motor tersebut dijual seharga Rp5 juta. Uang hasil penjualan kemudian digunakan untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan dalam kasus pencurian Honda Vario di kawasan Jalan Garu I, tersangka mengaku memperoleh bagian sekitar Rp2,5 juta setelah hasil penjualan dibagi dengan rekannya.
“Untuk beberapa kejadian lainnya, pelaku juga mengakui mendapatkan bagian dari hasil penjualan sepeda motor curian,” ujar Ramadhani.
Dari tangan tersangka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu mata kunci T, satu baju hitam, satu celana panjang hitam, serta sepasang sandal hitam.
Saat ini polisi masih melakukan pengembangan guna mengejar sejumlah pihak lain yang disebut tersangka terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor tersebut.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.