BANDUNG – Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Ke-V Tahun 2026 resmi dimulai. Pembukaan latihan dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Gedung Graha Widya Adibrata, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).
Latihan yang berlangsung hingga 11 September 2026 tersebut melibatkan 4.743 personel multinasional dari 21 negara, terdiri atas Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Dalam arahannya, Panglima TNI menekankan pentingnya peningkatan kolaborasi, interoperabilitas, dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks.
Rangkaian SGS 2026 mencakup Staffex, Cyberex, Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), serta Field Training Exercise (FTX). Materi latihan meliputi operasi lintas udara, operasi udara, pasukan khusus, operasi laut dan marinir, pertempuran darat, serangan gabungan darat, hingga evakuasi medis.
Selain latihan militer, SGS 2026 juga mengedepankan misi kemanusiaan melalui Humanitarian Civic Activities (HCA). Kegiatannya antara lain renovasi SDN 12 Martapura, pengerasan jalan sepanjang 3 kilometer di Mako Puslatpur Kodiklat TNI AD, pengobatan umum untuk 500 warga, sunatan massal bagi 50 anak, serta pembagian 1.000 paket sembako.
TNI menyebut pelaksanaan SGS 2026 menjadi bagian dari diplomasi pertahanan untuk memperkuat kemampuan operasi bersama, membangun interoperabilitas, serta mempererat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat dan negara-negara sahabat.
Latihan multinasional tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.