Batam – Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa program transmigrasi memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menjadi narasumber dalam Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Transformasi Transmigrasi sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Transmigrasi 2025–2029. Sebanyak 1.476 sumber daya manusia unggul yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi untuk mendorong inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta percepatan pembangunan daerah.

Dalam paparannya, Amsakar menilai disparitas pembangunan antarwilayah masih menjadi tantangan nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar kawasan transmigrasi berkembang menjadi wilayah yang produktif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan pengalaman Pemerintah Kota Batam dalam menangani relokasi masyarakat terdampak pengembangan investasi di Rempang dan Galang. Ia menyebut pembangunan kawasan permukiman baru di Tanjung Banun oleh Kementerian Transmigrasi menjadi solusi yang memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kawasan secara terpadu.

“Alhamdulillah, kehadiran Kementerian Transmigrasi membangun kawasan permukiman di Tanjung Banun menjadi solusi yang paling baik. Masyarakat memperoleh kepastian lahan sekaligus akan dibangun ekosistem permukiman yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Batam, BP Batam, Kementerian Transmigrasi, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Ketika pemerintah pusat, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu visi, maka solusi terbaik bagi masyarakat dapat diwujudkan,” katanya.

Dalam sesi dialog, Amsakar juga menjelaskan strategi menyelaraskan perannya sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam dalam mengintegrasikan perencanaan tata ruang serta pelayanan investasi. Menurutnya, penyusunan program pembangunan dilakukan secara terpadu melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga program dan penganggaran antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam saling melengkapi tanpa tumpang tindih.

Ia menjelaskan, BP Batam berfokus pada pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan, pelabuhan, dan fasilitas kawasan, sedangkan Pemerintah Kota Batam memprioritaskan pelayanan dasar serta pembangunan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, pelayanan investasi di Batam terus diperkuat melalui sistem pelayanan terpadu yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses perizinan, mempermudah layanan, serta memberikan kepastian hukum bagi para investor.

Menutup pemaparannya, Amsakar mengajak seluruh anggota Tim Ekspedisi Patriot untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa inovasi dan membangun produktivitas masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Saya percaya dengan pembekalan yang telah diberikan kepada rekan-rekan Tim Ekspedisi Patriot. Insya Allah kehadiran saudara-saudara di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia dapat membangun kondusivitas, memobilisasi masyarakat agar semakin produktif, sekaligus menghadirkan energi baru untuk mendorong kemajuan daerah,” tutupnya.