Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyambut baik terpilihnya Kota Batam sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sumatera Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) Tahun 2026. Kegiatan berskala regional tersebut resmi dibuka di Hotel Pacific Palace, Jodoh, Kecamatan Batuampar, Sabtu (27/6/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Batam merupakan sebuah kehormatan sekaligus menjadi bukti semakin kuatnya posisi kota ini sebagai pusat penyelenggaraan berbagai agenda nasional maupun internasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami menyambut baik kehadiran seluruh peserta Rakorwil Sumatera ADKASI. Penunjukan Batam sebagai tuan rumah sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Wali Kota Batam, yakni menjadikan Batam sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition),” ujar Firmansyah.
Menurutnya, Batam memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan berskala besar. Kemudahan akses transportasi, ketersediaan hotel, hingga fasilitas pertemuan yang representatif menjadi modal penting dalam mendukung suksesnya agenda pemerintahan di tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan Rakorwil Sumatera ADKASI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Ketua Umum ADKASI Siswanto, Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Purwanto, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Horas Maurits Panjaitan.
Sementara itu, Ketua ADKASI Wilayah Sumatera, Anto, menjelaskan Rakorwil tahun ini mengusung tema “Momentum Revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Otonomi Daerah Asimetris, dan Penguatan Kelembagaan DPRD dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.”
Menurut Anto, tema tersebut sangat relevan dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah, budaya, dan kondisi geografis yang beragam.
“Indonesia memiliki karakteristik wilayah, budaya, dan geografis yang sangat beragam sehingga pendekatan otonomi daerah tidak dapat diseragamkan. Konsep otonomi daerah asimetris menjadi penting untuk mengakomodasi kebutuhan khusus setiap daerah dengan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan DPRD agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan regulasi, serta didukung sumber daya manusia yang kompeten sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Meski belum seluruh DPRD kabupaten dari 10 provinsi di Sumatera dapat menghadiri Rakorwil tahun ini, Anto berharap forum tersebut mampu memperkuat sinergi antardaerah melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam beserta seluruh panitia yang telah memberikan dukungan penuh sehingga Rakorwil Sumatera ADKASI 2026 dapat terlaksana dengan baik. Semoga forum ini menghasilkan rekomendasi strategis yang memberikan manfaat bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Humas Diskominfo Batam/Muhardi)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.