Boyolali – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali memasuki tahap krusial berupa penggalian abutmen atau pondasi utama jembatan, Selasa (14/04/2026). Tahapan ini menjadi kunci dalam memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan, karena abutmen berfungsi sebagai penopang utama struktur agar mampu menahan beban serta arus air.

Di tengah berbagai tantangan di lapangan, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pekerjaan. Pasiter Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Nasoha, mewakili Dandim Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., menyampaikan bahwa proses penggalian dilakukan dengan penuh ketelitian.

“Kami bersama masyarakat terus bergotong royong dalam pengerjaan pondasi jembatan ini. Tahap ini sangat menentukan kekuatan jembatan ke depan, sehingga dikerjakan dengan penuh kehati-hatian,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya kendala di lokasi, salah satunya kuatnya akar bambu yang menyulitkan proses penggalian. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para personel dan warga.

“Walaupun banyak rintangan seperti akar bambu yang cukup kuat, dengan semangat pantang menyerah kami bersama warga optimis bisa mengatasinya,” tambahnya.

Keberadaan Jembatan Garuda nantinya diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah akses pendidikan, serta memperlancar konektivitas antar desa. Antusiasme warga Desa Cerme pun terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap tahapan pembangunan.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Proyek ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun desa.

(Agus Kemplu)