Wonogiri – Dusun Sanggrahan dan Dusun Jaganti, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, dalam waktu dekat akan terhubung melalui akses jalan yang lebih baik.

Pembangunan jalan tembus tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang dijadwalkan dimulai pada akhir April 2026.

Rencana pembangunan itu dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan TMMD yang digelar di Ruang Mandiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Jumat (10/4/2026).

Kepala Dinas PMD Wonogiri, Djoko Purwidyatmo, melalui Sekretaris Dinas PMD Retno Utari, menyampaikan bahwa pembukaan program TMMD direncanakan berlangsung di Desa Hargantoro pada Rabu (22/4/2026).

“Anggaran sebesar Rp565 juta telah disiapkan untuk pembangunan jalan sepanjang 1.000 meter yang menghubungkan kedua dusun tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp165 juta dan APBD Kabupaten Wonogiri sebesar Rp400 juta.

“Harapannya TMMD Sengkuyung Tahap II ini dapat berjalan lebih baik, didukung kondisi cuaca yang bersahabat, sehingga target pekerjaan fisik dapat tercapai dan program selesai tepat waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Pjs Pasipers Kodim 0728/Wonogiri Kapten Arm Agus Setyono menjelaskan bahwa pembangunan jalan di Desa Hargantoro akan menggunakan konstruksi rabat beton.

Selain kegiatan fisik, program TMMD juga akan diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik yang melibatkan berbagai instansi terkait.

“Kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan penanganan stunting, pelayanan posyandu dan posbindu, wawasan kebangsaan, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, serta bahaya narkoba,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan guna memastikan kelancaran pelaksanaan program tersebut.

“Dengan pembangunan rabat jalan beton ini, diharapkan akses transportasi antara Dusun Sanggrahan dan Dusun Jaganti akan semakin mudah dan lancar,” pungkasnya.

(Agus Kemplu)