DUMAI – Kelompok Tani Suwino di Jalan Bukit Cahaya Pertanian RT 006, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, terus memperluas pengembangan sektor pertanian sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan. Setelah sukses membudidayakan kacang panjang, kelompok tani tersebut kini mulai mengembangkan tanaman ubi di lahan seluas 15 x 15 meter.

Pengembangan komoditas ubi dilakukan sebagai langkah diversifikasi pertanian guna meningkatkan ketersediaan bahan pangan yang beragam dan bergizi bagi masyarakat. Ubi dipilih karena memiliki nilai strategis sebagai sumber karbohidrat alternatif, mudah dibudidayakan, tahan terhadap kondisi cuaca kering, serta memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan.

Seluruh areal seluas 225 meter persegi telah diolah dan ditanami secara optimal dengan menerapkan teknik budidaya yang sesuai. Hingga saat ini, pertumbuhan tanaman ubi menunjukkan perkembangan yang baik. Tanaman tampak subur, sehat, dan belum ditemukan adanya gangguan hama maupun penyakit yang dapat menghambat produksi.

Pengurus Kelompok Tani Suwino menjelaskan bahwa penambahan jenis komoditas pertanian menjadi bagian dari strategi untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mengurangi risiko usaha tani. Selain itu, keberagaman hasil pertanian diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar dan memperkuat pasokan pangan lokal.

“Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai salah satu penyangga pangan masyarakat. Semakin banyak komoditas yang dihasilkan, semakin besar pula kontribusi kami dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani,” ujar perwakilan pengurus.

Melalui pengembangan tanaman ubi ini, Kelompok Tani Suwino turut mendukung program ketahanan pangan nasional yang menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi lokal maupun dipasarkan ke berbagai pusat distribusi pangan di Kota Dumai.

Pemeliharaan dan pengawasan tanaman akan terus dilakukan hingga masa panen guna memastikan hasil produksi yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta mendukung stabilitas pasokan pangan di wilayah Pelintung dan sekitarnya.