Papua Tengah – Koops TNI Habema memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan intimidasi oleh personel TNI Pos Wuloni terhadap umat Stasi Santa Sisilia Wuloni, Paroki Santo Petrus Ilaga, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.

Berdasarkan hasil penelusuran, Koops TNI Habema menegaskan tidak terdapat arahan maupun tindakan personel Pos Wuloni yang bertujuan memberikan tekanan kepada pihak gereja ataupun umat dalam penyampaian ucapan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan TNI menghormati gereja sebagai ruang kehidupan rohani masyarakat sekaligus bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua.

Kami menghormati gereja, para pemimpin agama, dan seluruh umat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman, bukan rasa takut. Karena itu, kami selalu menekankan kepada setiap prajurit untuk membangun komunikasi secara humanis, menghargai masyarakat, adat, serta kehidupan keagamaan di Papua,” ujarnya.

Ucapan terima kasih yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan dukungan terhadap renovasi Gereja Stasi Santa Sisilia Wuloni dan perbaikan fasilitas sekolah dasar di wilayah tersebut. Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan tidak dimaksudkan sebagai kewajiban bagi masyarakat untuk memberikan dukungan atau pernyataan tertentu.

Bagi kami, membantu gereja dan sekolah adalah bagian dari pengabdian. Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk membalasnya dengan pernyataan apa pun. Yang terpenting adalah rumah ibadah dapat digunakan dengan baik, anak-anak dapat belajar dengan layak, dan hubungan TNI dengan masyarakat terus dibangun atas dasar saling percaya dan saling menghormati,” tambahnya.

Koops TNI Habema juga menghormati beragam pengalaman, pandangan, dan harapan masyarakat Papua. Setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi agar kehadiran prajurit di tengah masyarakat semakin profesional, humanis, dan memberikan manfaat.

Koops TNI Habema menilai keamanan berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui pengamanan wilayah, tetapi juga melalui terciptanya rasa aman, kebebasan gereja menjalankan pelayanan, akses pendidikan bagi anak-anak, serta komunikasi yang dilandasi kepercayaan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat.

TNI hadir untuk menjaga, membantu, dan mengabdi. Kepercayaan masyarakat tidak dapat diminta atau dipaksakan, tetapi harus tumbuh melalui sikap, ketulusan, dan pengabdian yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

(Sumber: Koops TNI Habema)