BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol menggelar Shalat Istisqa’ sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di wilayah tersebut. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Buol, Jumat (4/9/2026) pagi.
Shalat Istisqa’ yang dimulai sekitar pukul 06.45 WITA itu diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, para asisten, pimpinan OPD, instansi vertikal, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Buol.
Sebelum pelaksanaan salat, jamaah mengikuti tausiyah bertema “Istighfar Kunci Turunnya Hujan” yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, H. Taufik Abdul Aziz, S.Ag.
Sekitar pukul 06.55 WITA, Shalat Istisqa’ dua rakaat dilaksanakan secara berjamaah dengan Imam Ketua MUI Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, S.H., M.H.
Dalam khutbahnya, H. Taufik mengingatkan bahwa air merupakan kebutuhan seluruh makhluk hidup sekaligus menunjukkan betapa lemahnya manusia di hadapan Allah SWT.
“Lihatlah tanah sudah mulai kering. Tumbuhan butuh air. Hewan butuh air. Kita semua butuh air. Dengan teknologi secanggih apa pun, manusia tetap tidak bisa menciptakan setetes air pun,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, serta meningkatkan ketakwaan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan. Dalam khutbah tersebut turut disampaikan pengingat dari QS. Al-Anbiya ayat 30 dan QS. An-Nur ayat 31.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa memohon hujan, istighfar, dan dzikir bersama. Salah satu doa yang dipanjatkan adalah:
“Allahummasqina ghaisan mughitsan, hanian mariaan, sahhan thobaqo, ajilan ghaira ajil.”
Doa tersebut bermakna memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang lebat, bermanfaat, merata, segera, dan tidak ditunda.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 07.26 WITA dalam suasana khidmat, tertib, dan lancar. Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa’ tersebut, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buol berharap hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, pertanian, serta lingkungan di wilayah tersebut.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.