BUOL, TitahNews.com – Pemerintah Kabupaten Buol melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi sistem kebencanaan terkait jalur evakuasi dan titik kumpul sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor BPBD Kabupaten Buol, Jalan Perjuangan, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, Rabu (12/8/2026), dan diikuti sekitar 50 peserta.

Sosialisasi dihadiri Wakil Bupati Buol Nasir Dj. Daimaroto, Kalak BPBD Buol Kaffi Marjuni, Kadis Sosial Asmayudin Gontjing, Kadis DLH Syarif, Kepala BPS Edwin Jurnalis, Kasat Pol-PP Nasir Andimakka, jajaran BPBD, Camat Biau Kahar Lamaka, Tim Tagana Dinsos, para lurah se-Kecamatan Biau serta sejumlah pejabat terkait.

Kalak BPBD Buol Kaffi Marjuni menegaskan, pemahaman terhadap jalur evakuasi dan titik kumpul menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat.

Ia meminta seluruh peserta memahami rute evakuasi yang telah ditentukan, mengetahui lokasi titik kumpul, serta meneruskan informasi tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Kaffi.

Sementara itu, Wakil Bupati Buol Nasir Dj. Daimaroto menekankan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah daerah.

Menurutnya, pengetahuan mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul harus dipahami secara luas agar masyarakat mampu mengambil langkah yang tepat ketika bencana terjadi.

“Dengan mengetahui langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, kita dapat meminimalkan kepanikan, mengurangi risiko korban jiwa, serta mempercepat proses evakuasi,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, materi teknis disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Buol Yusri Moibat, S.E. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai rute evakuasi, lokasi titik kumpul serta prosedur yang perlu dilakukan saat menghadapi bencana.

Pemkab Buol melalui BPBD berkomitmen untuk terus meningkatkan sosialisasi, edukasi, koordinasi dan mitigasi bencana guna membangun masyarakat yang tangguh, waspada dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.