Batam – Pemerintah Kota Batam menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (20/5/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serta Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Pertemuan turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam. Dalam agenda tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai upaya penguatan pendapatan daerah melalui pengembangan sektor ekonomi, pengelolaan keuangan, hingga peningkatan layanan kesehatan.
Firmansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang dinilai mampu mempererat hubungan antarpemerintah daerah sekaligus menjadi wadah bertukar gagasan mengenai pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
Ia mengatakan, Pemko Batam terus berkomitmen menghadirkan pembangunan yang inovatif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pertukaran pengalaman dan kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat pembangunan daerah. Kami berharap sinergi antardaerah dapat terus terjalin demi mendorong kemajuan bersama,” ujar Firmansyah.
Menurutnya, Batam sebagai kawasan strategis nasional terus mengoptimalkan berbagai potensi daerah melalui peningkatan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta digitalisasi pelayanan publik guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD.
Selain itu, ia menekankan pentingnya birokrasi yang responsif dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan serta tantangan pembangunan yang semakin dinamis.
Sementara itu, rombongan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengapresiasi perkembangan Kota Batam yang dinilai berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan.
Mereka juga menyebut kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran dan referensi, khususnya terkait pengelolaan potensi daerah, penguatan ekonomi, tata kelola keuangan, hingga pelayanan publik yang terintegrasi.
Diskusi berlangsung aktif dengan pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan ekonomi daerah, peningkatan kualitas layanan kesehatan, hingga kebijakan pendukung pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan hubungan dan kerja sama antardaerah dalam mendukung percepatan pembangunan nasional.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.