KALIMANTAN BARAT – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan positif. Penurunan jumlah titik panas mulai terlihat setelah upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara secara terpadu.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan, TNI terus mendukung Satgas Tanggap Darurat Karhutla yang dipimpin Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Sekitar 6.000 personel telah dikerahkan, termasuk personel organik dan bantuan dari satuan di luar wilayah Kodam XII/Tpr.

Selain pemadaman, personel TNI juga melakukan patroli dan edukasi kepada masyarakat serta perusahaan untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. Penanganan di lapangan diperkuat operasi udara menggunakan helikopter untuk melakukan water bombing di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Salah satu penanganan dilakukan Koramil 1205-09/Ketungau Tengah di Kabupaten Sintang pada Rabu (16/9/2026). Prajurit bersama instansi terkait dan masyarakat menangani 11 titik Karhutla di Desa Radin Jaya dan Desa Argomulyo dengan total lahan sekitar 14,4 hektare yang berhasil dipadamkan.

Meski menghadapi tantangan berupa lahan gambut, cuaca panas dan angin kencang, upaya pengendalian terus diperkuat. TNI bersama pemerintah daerah, BPBD, BMKG, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan unsur terkait lainnya melanjutkan patroli, pencegahan serta pemadaman untuk mencegah titik api kembali muncul dan meluas.