Morowali Utara – Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan pengembangan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penguatan pengelolaan lahan CSR di Desa Ensa, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Asisten I Bupati Morowali Utara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Morowali Utara, unsur TNI, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bunga Tani.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan lahan sawah hasil program CSR antara Brigade Pangan (BP) Bethesda Desa Mayumba, Kecamatan Mori Utara sebagai pemilik lahan, dengan BP Urando Kecamatan Mori Atas sebagai pengelola.

Perjanjian ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan lahan dilakukan secara optimal, terstruktur, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut.

Selain itu, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan CSR sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan tanam perdana. Peninjauan ini bertujuan memastikan kondisi lahan, sarana pendukung, serta kesiapan petani dan Brigade Pangan dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan yang telah dicetak.

Dalam arahannya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa program CSR pertanian merupakan salah satu prioritas nasional dengan target pengembangan lahan seluas 1.505,25 hektare. Hingga saat ini, realisasi pengolahan lahan telah mencapai 1.119,40 hektare.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang dicetak, tetapi juga dari efektivitas pengelolaan serta keberlanjutan pemanfaatannya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Brigade Pangan memiliki peran penting sebagai penggerak utama di tingkat lapangan, mulai dari pengelolaan lahan, pendampingan petani, hingga penguatan kelembagaan.

Dengan sinergi antara Brigade Pangan dan pemilik lahan, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani di Morowali Utara.