Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit TNI Angkatan Darat di tingkat internasional. Perwira Korps Hukum TNI AD, Kolonel Chk Dr. Arief Fahmi Lubis, S.H., M.H., M.Han., M.A., Ph.D., berhasil menyelesaikan National Security & War Course di National Defence University (NDU) Islamabad, Pakistan, yang setara dengan pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), sekaligus meraih gelar Master of Defence Studies (MSDS).

Prosesi wisuda dan penutupan pendidikan berlangsung di Auditorium National Defence University, Islamabad, Pakistan, Jumat (10/7/2026). Upacara dipimpin oleh Lieutenant General Babar Iftikhar, HI(M), serta dihadiri sivitas akademika NDU dan Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk Pakistan, Kolonel Inf Henru Hidayat Susanto.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi TNI Angkatan Darat sekaligus mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di lingkungan pendidikan pertahanan bertaraf internasional.

Selama satu tahun mengikuti pendidikan, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai strategi pertahanan, keamanan nasional dan internasional, kepemimpinan strategis, hingga proses pengambilan keputusan pada tingkat kebijakan nasional maupun global. Program tersebut juga menitikberatkan pada dinamika keamanan di kawasan Asia Selatan.

National Defence University Islamabad dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan pertahanan paling bergengsi di Asia Selatan yang melahirkan pemimpin sipil dan militer di tingkat strategis. Pada Tahun Akademik 2025–2026, program tersebut diikuti 272 peserta, termasuk 49 perwira internasional dari 26 negara sahabat, sehingga menjadi forum penting untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring strategis antarnegara.

Keikutsertaan Kolonel Chk Dr. Arief Fahmi Lubis dalam program tersebut menunjukkan kapasitas intelektual, kemampuan adaptasi, serta daya saing prajurit TNI AD dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis global. Bahkan, dari seluruh peserta, hanya dua perwira yang mendapat kesempatan melakukan wawancara langsung dengan Presiden NDU, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan kualitas dan prestasinya.

Pengetahuan, pengalaman internasional, dan jejaring strategis yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan organisasi, khususnya di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan nasional.

Prestasi ini juga menjadi bukti komitmen TNI Angkatan Darat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berwawasan global melalui pendidikan di berbagai lembaga pertahanan strategis dunia. Bekal akademik dan pengalaman tersebut diharapkan semakin memperkuat pembangunan kekuatan TNI AD yang modern, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan pertahanan di masa mendatang.

(Dispenad)