Medan | Titahnews.com – Polda Sumatera Utara meraih penghargaan Nugraha Sakanti, penghargaan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia kepada satuan kerja Polri, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengatakan penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Polda Sumut dalam menjaga keamanan dan ketertiban, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung pembangunan di wilayah Sumatera Utara.

Menurut Sonny, Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., tidak mengikuti upacara Hari Bhayangkara di Mapolda Sumut karena menghadiri undangan di Jakarta untuk menerima penghargaan tersebut secara langsung dari Presiden Republik Indonesia.

“Hari ini Bapak Kapolda tidak bisa hadir karena beliau diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Bapak Presiden, yaitu Nugraha Sakanti,” ujar Sonny usai upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Sumut.

Ia menjelaskan, sebelum penghargaan diberikan, tim dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) telah melakukan peninjauan dan verifikasi terhadap berbagai program serta capaian Polda Sumut pada Juni 2026.

Sonny menyebut terdapat lima indikator utama yang menjadi dasar penilaian hingga Polda Sumut berhasil meraih penghargaan tersebut.

Indikator pertama adalah keberhasilan dalam penanggulangan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada November 2025. Dari tiga provinsi yang terdampak, Polda Sumut dinilai paling cepat melakukan penanganan, mulai dari proses evakuasi hingga pemulihan pascabencana.

“Di antara tiga provinsi yang terdampak, Polda Sumatera Utara termasuk yang paling cepat dalam penanganan bencana alam, mulai dari evakuasi sampai pemulihan,” katanya.

Indikator kedua yakni kontribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polda Sumut dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana. Ketika banjir melanda wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, SPPG Polda Sumut menyalurkan sekitar 326.000 paket nasi bungkus kepada warga terdampak.

“SPPG yang dimiliki Polda Sumatera Utara dimanfaatkan saat penanganan bencana alam. Sebanyak 326.000 nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Indikator ketiga adalah keberhasilan pengungkapan tindak pidana narkotika. Sejak 2024 hingga 2026, Polda Sumut telah menangani sekitar 17.000 kasus narkoba dengan barang bukti dalam jumlah besar yang diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 26 juta jiwa dari penyalahgunaan narkotika.

“Ada sekitar 17.000 kasus yang telah ditangani. Barang bukti narkotika yang diamankan jumlahnya sangat besar dan diperkirakan setara dengan upaya penyelamatan sekitar 26 juta jiwa dari penyalahgunaan narkotika,” ungkap Sonny.

Indikator keempat adalah pembangunan dan peningkatan sarana pelayanan publik melalui pembangunan 20 gedung baru serta renovasi sembilan gedung, di antaranya gedung SPKT, Samsat, dan pelayanan SKCK guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Sementara indikator kelima adalah keberhasilan Polda Sumut dalam mengamankan berbagai agenda nasional maupun internasional, seperti ajang F1 Powerboat di Danau Toba, pertandingan sepak bola, hingga pengamanan aksi unjuk rasa pada Agustus 2025 yang berlangsung kondusif.

“Contohnya pengamanan F1 Powerboat, pertandingan sepak bola, hingga penanganan aksi unjuk rasa pada Agustus 2025. Saat di daerah lain terjadi aksi anarkis, di Sumatera Utara situasi tetap kondusif dan tidak terjadi aksi anarkisme,” tutup Sonny.