OKU, Titahnews.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, menjajaki pengembangan teknologi Mobile Water Treatment Plant (WTP) untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama ketika bencana banjir mengganggu infrastruktur air bersih.

Penjajakan tersebut dilakukan dengan mengunjungi Workshop Desalite Group di Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Dalam kunjungan itu, Teddy bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait meninjau teknologi pengolahan air yang berpotensi digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga dalam kondisi normal maupun darurat.

Teddy mengatakan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap terjamin, termasuk bagi masyarakat yang terdampak bencana. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari solusi yang fleksibel agar distribusi air layak konsumsi dapat menjangkau permukiman warga ketika sumber air atau jaringan distribusi terganggu akibat banjir.

“Keinginan terbesar saya adalah memastikan tidak ada lagi warga OKU yang kesulitan mendapatkan air bersih, terlebih di saat mereka sedang tertimpa musibah seperti banjir. Air bersih adalah hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi,” ujar Teddy saat meninjau proses pengolahan air.

Menurutnya, teknologi WTP mobile berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat penyediaan air bersih di wilayah terdampak. Namun, penerapannya masih memerlukan kajian lebih lanjut, mencakup kebutuhan teknis, skema kerja sama, regulasi, serta kemampuan anggaran daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Teddy didampingi Kepala Bapelitbangda Yoyin Arifianto, Kepala Dinas Kesehatan Deddy Wijaya, Kepala Bapenda Tetty Verawati, Plt. Kepala Dinas PUPR A.K. Fajarudin, Plt. Sekretaris BKAD Syahfitri Ulandari, serta Direktur PDAM Tirta Raja Bertho Darmo Poedjo Asmanto.

Rombongan diterima jajaran direksi PT Desalite Tirtamas Teknologi, yakni Direktur Utama Hadi Kurniawan, Direktur Operasional Bernadi Somantri, Direktur Teknik Hendra Pinandito, dan Manajer Operasional Sabili Rosyid.

Penjajakan ini akan menjadi bahan pertimbangan Pemkab OKU dalam menentukan langkah lanjutan pengembangan sistem penyediaan air bersih yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah berharap, inovasi tersebut dapat mendukung peningkatan pelayanan publik sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir.

(Agung)