Tolitoli – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Desa Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Minggu (22/2/2026) pukul 16.30 WITA. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Dapur SPPG yang akan melayani ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut.

Acara launching dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur Forkopimcam, di antaranya Asisten II Pemda Kabupaten Tolitoli Rustam Rewa, Camat Galang Agusalim Bin Bustan, S.H, Danramil 1305-11/Galang Peltu Sofyan, Wakapolsek Galang Ipda M. Yunus, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tolitoli Andi Gunawan, S.H, Ketua Yayasan Dhamma Metta Nusantara Leonardo Tamin, serta Kepala SPPG Desa Lalos Endang Puji Astuti, M.I.I. Turut hadir para pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, dan tamu undangan dengan jumlah sekitar 100 orang.

Dalam sambutannya, Rustam Rewa selaku Asisten II Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian dan launching Program MBG tersebut.

Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta kecerdasan generasi muda melalui pemenuhan gizi yang seimbang.

“Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Program MBG di wilayah Kecamatan Galang. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal program tersebut agar berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Pemda Kabupaten Tolitoli turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional serta Yayasan Dhamma Metta Nusantara atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat.

Hingga saat ini, jumlah Dapur SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Tolitoli tercatat sebanyak 17 unit. Khusus SPPG Yayasan Dhamma Metta Nusantara Lalos, jumlah penerima manfaat mencapai 2.153 orang, dengan rincian 1.950 siswa/siswi, 166 guru, dan 37 tenaga kependidikan.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak usia sekolah di Kabupaten Tolitoli.