Poldasu | Titahnews.com – Sebanyak tujuh pekerja tambang emas ilegal di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diamankan tim gabungan Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut.

Selain mengamankan para pekerja, petugas juga menyita 14 unit excavator. Sebanyak 12 unit ditemukan telah beroperasi di lokasi tambang, sementara dua unit lainnya diamankan saat hendak menuju lokasi penambangan.

Lokasi tambang emas ilegal tersebut berada di kawasan pinggiran dan aliran Sungai Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. Polisi berencana memasang garis polisi (police line) di area yang terdampak karena kerusakan lahan yang cukup luas.

Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut perintah pimpinan.

“Sesuai perintah Pak Kapolri melalui Pak Kapolda Sumut dan Dankor Brimob, kami bergabung bersama Ditreskrimsus melaksanakan penindakan tambang emas liar di perbatasan antara Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal,” ujarnya, Senin (2/3/2026) sore.

Ketujuh orang yang diamankan memiliki peran berbeda, mulai dari penambang hingga juru masak di lokasi tambang.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami status hukum kasus tersebut dan mengumpulkan barang bukti tambahan seperti mesin, pompa, serta peralatan lainnya yang digunakan dalam aktivitas penambangan ilegal.

Akses menuju lokasi tambang terbilang sulit. Untuk mencapai titik awal, petugas harus menggunakan sepeda motor atau kendaraan ekstra off road melewati jalanan curam dan rusak selama sekitar 3,5 jam dari permukiman warga. Perjalanan pulang-pergi memakan waktu hingga tujuh jam.

Sepanjang perjalanan, petugas harus melewati perbukitan, hutan belantara, kubangan lumpur, serta jalan rusak. Dari titik akhir kendaraan, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju lokasi tambang.

Di area tambang yang berada di pinggiran sungai, terlihat kerusakan lingkungan akibat pengerukan menggunakan alat berat. Petugas juga menemukan tanda-tanda adanya tempat tinggal sementara para penambang di sekitar lokasi. (wp-t)