BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyoroti persoalan distribusi air bersih dan aktivitas pematangan lahan atau cut and fill di Kecamatan Nongsa. Ia meminta pelayanan dasar terus dibenahi, sementara kegiatan pembangunan tetap diawasi agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.
Persoalan tersebut dibahas saat Amsakar bersilaturahmi dengan RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Nongsa di Hokkie Hotel Batam, Kompleks Punggur Center, Kabil, Minggu (18/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Amsakar menegaskan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas persoalan di lapangan. Menurutnya, pertumbuhan Batam harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah distribusi air bersih di wilayah belakang Polda, Sambau, dan Teluk Mata Ikan. Amsakar mengakui, sejumlah kawasan masih mengalami kendala pelayanan. Pemerintah terus mendorong penyelesaian secara bertahap melalui pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan booster dan pemasangan pipa transmisi menuju Sambau.
Ia berharap pengembangan jaringan tersebut dapat memperbaiki distribusi air bersih dan memenuhi kebutuhan dasar warga. Pemerintah juga membutuhkan informasi dari masyarakat untuk memetakan gangguan pelayanan dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Selain air bersih, Amsakar menyoroti aktivitas cut and fill seiring berkembangnya investasi di Nongsa. Ia menegaskan, pembangunan tetap diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi pelaksanaannya harus memperhatikan ketentuan, kondisi lingkungan, serta kenyamanan warga sekitar.
“Investasi memang membutuhkan pembangunan, tetapi pelaksanaannya harus tetap memperhatikan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Jangan sampai kegiatan pembangunan yang berjalan justru mengganggu kenyamanan warga. Karena itu, aktivitas tersebut harus tetap kita awasi,” tegasnya.
Amsakar juga meminta RT, RW, dan LPM berperan aktif menyampaikan aspirasi serta melaporkan persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu pemerintah meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memastikan pembangunan di Nongsa berjalan tertib dan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat.
Sumber: Humas Diskominfo Batam


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.