PALI – Kontingen pelajar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Sumatera Selatan 2026. Meski hanya mengikuti tiga dari sembilan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, atlet PALI berhasil membawa pulang 14 medali.
Raihan tersebut terdiri atas dua medali emas, tiga perak, dan sembilan perunggu. Prestasi ini mendapat apresiasi dari Bupati PALI, Asgianto, S.T., yang menilai capaian tersebut menjadi bukti kemampuan atlet muda daerah bersaing di tingkat provinsi.
Asgianto mengatakan, keberhasilan itu merupakan hasil pembinaan atlet yang terus dilakukan pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan prestasi sebelumnya, ketika atlet catur PALI meraih gelar Master Nasional di Banten.
Dua medali emas PALI dipersembahkan cabang olahraga tinju melalui Garin dan Suci. Sementara itu, cabang atletik menyumbangkan tiga medali perak melalui Okta pada nomor tolak peluru serta satu medali perunggu dari Farel Agustian di nomor lempar lembing.
Medali perunggu lainnya diraih atlet tinju Amar, Zahra, Vista, Natan, dan Resi. Dari pencak silat kategori seni, empat atlet PALI juga menyumbangkan medali, yakni Syaqillah Riang, Nicolas Oktarino, Rafif Abdul Rasyid, dan Zihab Pasha.
Menurut Asgianto, capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan jangka panjang Pemkab PALI melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama KONI. Sejumlah cabor unggulan, seperti tinju, atletik, dan catur, telah masuk dalam program Pusat Pembinaan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD).
Salah satu peraih medali emas dalam Popda kali ini merupakan atlet binaan PPLPD yang masih duduk di bangku SMP Negeri 1 Talang Ubi. Usianya yang relatif muda dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kontingen PALI pada kompetisi mendatang.
Asgianto berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi atlet dan pelatih untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Ia optimistis atlet muda PALI mampu meraih prestasi lebih tinggi dan membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.