PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mendorong masyarakat memanfaatkan pangan lokal sebagai alternatif konsumsi beras dan terigu. Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Cipta Menu Nonberas dan Nonterigu serta Festival Pangan Lokal yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di Sanggar Pramuka Gelora November, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan mengangkat tema optimalisasi potensi pangan lokal nonberas dan nonterigu untuk mewujudkan masyarakat PALI yang sehat, kreatif, dan mandiri pangan. Festival ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan beragam bahan pangan lokal sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih beragam di tingkat rumah tangga.
Acara dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda PALI, Haryono, SH., MM., yang mewakili Bupati PALI Asgianto, ST. Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Ruzuan Efendi, MM., serta perwakilan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. Rahmatia Garwan, S.Pi., M.Si.
Kepala DKPP PALI, Khairiman, S.Pt., M.Si., mengatakan lomba tersebut diikuti kelompok ibu-ibu PKK dari berbagai desa. Peserta ditantang menyajikan tiga jenis hidangan, yakni makanan pembuka, menu utama, dan makanan penutup, dengan ketentuan tidak menggunakan beras, tepung beras, maupun minyak goreng.
Dalam kompetisi tersebut, peserta memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, sagu, dan pisang. Bahan-bahan itu diolah melalui teknik mengukus, memanggang, dan merebus menjadi aneka hidangan.
Menurut Khairiman, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan, tetapi juga membangun kebiasaan mengonsumsi pangan alternatif. Diversifikasi pangan dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras sekaligus mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan pangan.
“Kami ingin pangan lokal menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari masyarakat, bukan hanya makanan pengganti ketika terjadi kekurangan beras. Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sumber pangan,” ujarnya.
Selain perlombaan dan festival, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran program Kios Pangan dan Sapa Pangan serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat.
Program Kios Pangan dan Sapa Pangan diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan, membantu menjaga stabilitas harga, serta mendukung ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan stan oleh jajaran Forkopimda dan tamu undangan. Melalui festival tersebut, Pemkab PALI berharap pemanfaatan komoditas pangan lokal semakin berkembang dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.