Jakarta – TNI kembali memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengerahkan 583 personel penyuluh ke sejumlah daerah rawan Karhutla.
Pengerahan dilakukan secara bertahap melalui Serpas udara dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 24–27 Agustus 2026.
Sebanyak 583 personel yang diberangkatkan terdiri dari 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 533 Perwira Menengah (Pamen), yang berasal dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Mabes TNI.
Mereka ditugaskan untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan serta penanganan Karhutla. Personel tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah, di antaranya Kalimantan Barat, Palembang, Lampung, dan Pekanbaru.
Pengerahan ini menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman Karhutla secara terpadu. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
TNI juga menekankan pentingnya kolaborasi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya Karhutla.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.