KALIMANTAN, Titahnews.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan pesawat angkut untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 9,2 ton garam dan 1,6 ton dry ice di wilayah Kalimantan, Rabu (28/10/2026). Upaya ini dilakukan untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi dampak kabut asap.

Dalam operasi tersebut, TNI Angkatan Udara mengerahkan tiga jenis pesawat, yakni Hercules C-130, CN-295, dan Cassa 212. Pesawat Hercules C-130 menyemai 4,8 ton garam dalam satu sortie, sedangkan CN-295 menyemai 2 ton garam dalam satu sortie. Sementara itu, pesawat Cassa 212 melaksanakan tiga sortie untuk menyemai 2,4 ton garam dan dua sortie untuk menyebarkan 1,6 ton dry ice.

Penyemaian bahan tersebut ditujukan untuk mendukung proses pembentukan awan hujan melalui modifikasi cuaca. Upaya ini menjadi bagian dari langkah penanganan karhutla, terutama di wilayah yang membutuhkan tambahan curah hujan untuk membantu mengendalikan kebakaran dan mengurangi kabut asap.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan satuan TNI di wilayah Kalimantan, hujan dilaporkan turun di sejumlah daerah. Wilayah tersebut meliputi Palangkaraya, Banama Tingang, Kamipang, Katingan Hilir, Katingan Kuala, Rakumpit, Sepang Simin, Tasik Payawan, Tewang Sangalang Garing, Teweh Tengah, Kapuas Hulu, dan Singkawang.

TNI menyatakan akan terus mengoptimalkan pengerahan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam mendukung operasi modifikasi cuaca melalui koordinasi dengan instansi terkait. Langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI kepada pemerintah dalam menangani karhutla sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.