MADINA | TITAHNEWS.COM – Perjalanan panjang selama 7,5 jam menembus medan perbukitan tidak menyurutkan langkah tim gabungan Polda Sumatera Utara bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Satpol PP, dan masyarakat dalam memberantas peredaran narkotika.
Hasilnya, petugas berhasil menemukan dan memusnahkan sekitar 150.000 batang tanaman ganja yang tumbuh di lahan seluas kurang lebih lima hektare di kawasan Tor (Bukit) Sihite, Desa Rao Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Pengungkapan ladang ganja tersebut merupakan bagian dari Operasi Penegakan Hukum (Gakkum) Narkoba 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026). Tanaman ganja yang ditemukan diperkirakan berusia lima hingga enam bulan dengan ketinggian sekitar satu hingga 1,5 meter.
Dari total tanaman yang ditemukan, sebanyak 149.980 batang langsung dimusnahkan di lokasi dengan cara dicabut dan dibakar. Sementara 20 batang lainnya disisihkan sebagai barang bukti untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., saat memberikan keterangan di Mapolda Sumut, Kamis (5/11/2026), mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bukti keseriusan Polda Sumut dalam mendukung program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., khususnya dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, program prioritas Kapolri tersebut ditindaklanjuti Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., dengan memerintahkan seluruh jajaran meningkatkan upaya pemberantasan narkoba secara tegas, terukur, dan berkelanjutan, mulai dari jaringan peredaran hingga sumber produksi narkotika.
“Kapolda Sumatera Utara berkomitmen mendukung penuh program prioritas Bapak Kapolri dalam pemberantasan narkoba. Seluruh jajaran telah diperintahkan untuk tidak memberikan ruang bagi peredaran narkotika di wilayah Sumatera Utara, termasuk menindak tegas setiap aktivitas penanaman, produksi, maupun distribusi narkoba,” ujar Ferry.
Ia menegaskan, penemuan ladang ganja dalam skala besar tersebut menjadi perhatian serius karena narkotika tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga masa depan generasi muda serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat pada Kamis (29/10/2026) mengenai dugaan aktivitas penanaman ganja di kawasan Tor Sihite, Desa Rao Rao Dolok, Kecamatan Tambangan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Mandailing Natal berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Selanjutnya, koordinasi lintas instansi dilakukan bersama BNN Provinsi Sumatera Utara, BNNK Mandailing Natal, TNI, dan Satpol PP untuk melaksanakan operasi gabungan.
Tim gabungan yang dipimpin langsung Dirresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol. Andy Arisandi, S.H., S.I.K., M.H., bersama Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut Kombes Pol. Dr. Josua N.A.M. Tampubolon, S.H., M.H., Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., serta Kepala BNNK Madina Syamsul Arifin, S.E., M.E., bergerak menuju lokasi pada Sabtu pagi.
Perjalanan menuju ladang ganja tersebut bukan perkara mudah. Personel gabungan harus berjalan kaki selama kurang lebih 7,5 jam melewati medan perbukitan yang sulit sebelum akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan hamparan tanaman ganja yang tersebar di lahan seluas kurang lebih lima hektare. Namun, saat dilakukan penyisiran, petugas tidak menemukan orang yang diduga sebagai pemilik maupun pengelola ladang tersebut.
Selanjutnya, seluruh tanaman ganja dicabut dan dimusnahkan di tempat. Sebanyak 20 batang disisihkan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum.
Kombes Pol. Ferry juga menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada pemusnahan tanaman ganja. Polda Sumut bersama jajaran terkait akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta memburu pihak yang diduga bertanggung jawab atas kepemilikan dan pengelolaan ladang ganja tersebut.
Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, melengkapi administrasi penyidikan, serta mengirimkan barang bukti untuk pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Sumut guna mendukung proses hukum selanjutnya.
“Komitmen kami jelas, pemberantasan narkoba harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Tidak cukup hanya mengungkap peredaran, tetapi juga harus memutus sumber produksi dan jaringan yang berada di belakangnya. Polda Sumut akan terus hadir bersama masyarakat untuk mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dari narkoba,” tegas Ferry.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.