Tanjung Uban – Persoalan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di kawasan Pertamina Tanjung Uban kembali mencuat dalam agenda reses anggota DPD RI asal Kepulauan Riau, Ismet Abdullah, yang berlangsung di Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang digelar di kediaman tokoh masyarakat Udin Teralis tersebut dihadiri sejumlah elemen masyarakat, mulai dari perangkat RT/RW, tokoh pemuda hingga organisasi kemasyarakatan di wilayah Bintan Utara.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara, Syamsuddin AT, menyoroti keberadaan limbah B3 yang menurutnya masih tersimpan di area operasional Pertamina Tanjung Uban.

Ia menyebut limbah tersebut bukan sekadar isu yang berkembang di masyarakat, melainkan persoalan nyata yang sudah berlangsung sejak masa operasi STANVAC puluhan tahun lalu.

“Keberadaan limbah itu nyata dan masih ada sampai sekarang. Kami berharap ada langkah konkret untuk segera menuntaskan persoalan ini,” ujar Syamsuddin di hadapan peserta reses.

Selain menyinggung keberadaan limbah, Syamsuddin juga meminta agar proses tender pengangkutan limbah B3 yang telah dibuka sejak 2024 segera direalisasikan. Menurutnya, masyarakat pesisir membutuhkan kepastian karena lokasi limbah dinilai dekat dengan kawasan permukiman dan aktivitas nelayan.

Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara, lanjut dia, siap mendampingi apabila dilakukan peninjauan lapangan bersama pemerintah maupun pihak terkait.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ismet Abdullah menyatakan akan membawa persoalan itu ke tingkat pusat melalui koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian BUMN dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Ia menilai isu lingkungan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat perlu mendapat perhatian serius dan penjelasan terbuka dari pihak perusahaan.

“Semua masukan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Persoalan ini harus mendapat kejelasan agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan,” kata Ismet.

Sementara itu, Udin Teralis selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ismet Abdullah yang dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan mereka.

Reses kemudian ditutup dengan dialog interaktif bersama warga dan foto bersama peserta kegiatan.

Hingga berita ini disusun, pihak Pertamina Tanjung Uban maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan belum memberikan tanggapan resmi terkait aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.