BATAM – Pemerintah Kota Batam terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan pemberdayaan masyarakat Kecamatan Batam Kota yang berlangsung di Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari sejumlah kelurahan dan menghadirkan berbagai pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat, mulai dari penguatan kader Posyandu hingga pengelolaan sampah rumah tangga bernilai ekonomis.

Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan pembangunan Batam tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat agar lebih mandiri dan produktif.

Menurutnya, pemerintah saat ini menjalankan tiga fokus utama pembangunan, yaitu penguatan infrastruktur dasar, peningkatan fasilitas publik sesuai perkembangan wilayah, serta pengembangan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan.

“Peningkatan kemampuan masyarakat sangat penting karena dampaknya akan langsung dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan yang diberikan dapat membantu masyarakat memperoleh keterampilan baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga. Salah satunya melalui pengolahan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Amsakar juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus mengarahkan program anggaran pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan perlindungan sosial.

Di bidang pendidikan, Pemko Batam melaksanakan bantuan seragam sekolah gratis dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Sedangkan pada sektor kesehatan, cakupan layanan Universal Health Coverage (UHC) disebut telah mencapai lebih dari 98 persen.

Untuk mendukung pelaku usaha kecil, pemerintah juga menyediakan fasilitas pinjaman modal tanpa bunga bagi UMKM dengan nominal hingga puluhan juta rupiah.

Selain itu, perlindungan sosial turut diberikan kepada pekerja sektor informal melalui program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk bagi pengemudi ojek online, penarik becak, dan pekerja tradisional lainnya.

Amsakar menegaskan bahwa pembangunan SDM membutuhkan proses panjang, namun menjadi investasi penting untuk masa depan Batam.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah program pelatihan dilaksanakan di berbagai kelurahan, di antaranya pelatihan daur ulang sampah, penguatan kader Posyandu, hingga pembinaan Bina Keluarga Balita (BKB).

Program lingkungan melalui Bank Sampah Unit juga terus berkembang di Kecamatan Batam Kota. Hingga saat ini, ribuan kilogram sampah bernilai ekonomis berhasil dikumpulkan dan dikelola oleh masyarakat.

Salah satu peserta kegiatan, Lita dari Kelurahan Belian, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam menambah pengetahuan mengenai kesehatan keluarga dan pengelolaan ekonomi rumah tangga.