Batam – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana melalui penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Batam. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Penyusunan RPB yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Firmansyah menjelaskan bahwa Kota Batam memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, di antaranya banjir, cuaca ekstrem, abrasi, gelombang tinggi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga tanah longsor. Menurutnya, posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan internasional memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi secara terencana.
Ia menegaskan bahwa penyusunan RPB harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan selaras dengan dokumen pembangunan daerah, termasuk RPJMD. Selain itu, setiap masukan dari peserta forum diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik sebagai bahan penyusunan kebijakan penanggulangan bencana yang komprehensif dan tepat sasaran.
“Dokumen ini nantinya menjadi pedoman strategis bagi pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketangguhan masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah perlu memberikan data yang akurat serta masukan yang substantif,” ujar Firmansyah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa RPB tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi dasar dalam penyediaan regulasi, penguatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga penyusunan rencana kontinjensi yang efektif. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi informasi dan kearifan lokal dalam sistem mitigasi dan peringatan dini bencana.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batam, Agus Bendri, mengatakan penyusunan RPB merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Forum tersebut bertujuan menyepakati rencana aksi terhadap ancaman bencana prioritas berdasarkan kajian risiko terbaru sekaligus menyelaraskan berbagai isu strategis yang akan dituangkan dalam dokumen perencanaan masing-masing perangkat daerah.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, insan pers, serta lembaga kemasyarakatan. Forum juga menghadirkan anggota tim ahli akademisi penyusunan dokumen RPB Kota Batam, Masudi, sebagai narasumber untuk memberikan masukan dan pandangan terkait penyusunan dokumen yang akan menjadi arah kebijakan penanggulangan bencana Kota Batam dalam lima tahun mendatang.
(Humas Diskominfo Batam)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.