BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dengan menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Berdasarkan monitoring Inspektorat Daerah Kota Batam, inflasi tahunan Batam pada Juli 2026 tercatat 4,33 persen (yoy), masih di atas batas atas sasaran nasional 3,5 persen. Namun secara bulanan, Batam mengalami deflasi 0,26 persen.
Sementara hasil pemantauan harga pada 24–28 Agustus 2026 menunjukkan kondisi relatif stabil. Tidak ditemukan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, bahkan harga cabai rawit hijau dan udang tercatat mengalami penurunan.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pengendalian inflasi harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama dengan memastikan pasokan aman, distribusi lancar, serta harga tetap terjangkau.
Pemko Batam bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjalankan berbagai langkah, di antaranya pemantauan pasar dan distributor, pasar murah, penguatan koordinasi dengan daerah penghasil, serta pengawasan stok dan harga.
Selain itu, pemerintah mengembangkan program Gerakan Menanam dengan menyiapkan kawasan hortikultura cabai seluas 50 hektare, terdiri dari 30 hektare cabai merah keriting dan 20 hektare cabai rawit hijau. Distribusi bibit cabai juga terus dilakukan ke sejumlah wilayah.
Intervensi harga turut dilakukan melalui pasar murah bersubsidi dan Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING), termasuk pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Bengkong selama Agustus.
Dari sisi stok, hingga 26 Agustus 2026 persediaan beras tercatat sekitar 3,39 juta kilogram dan minyak goreng 204.704 kilogram. Monitoring juga tidak menemukan potensi kekurangan stok beras.
Hingga pekan keempat Agustus, delapan dari sembilan langkah pengendalian inflasi daerah telah dilaksanakan. Pemko Batam masih terus mengevaluasi perkembangan harga, pasokan dan distribusi sebagai langkah antisipasi, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Pemerintah berharap berbagai intervensi tersebut dapat menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat Batam.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.