PALEMBANG – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Polda Sumatera Selatan membuka ruang dialog bersama genk remaja guna menjaga stabilitas keamanan dan mencegah potensi konflik di Kota Palembang.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalisir keterlibatan anak-anak dalam aksi tawuran maupun unjuk rasa yang berpotensi anarkis.
AKP Suandi, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Talang Buluh AIPTU Hasym, menegaskan bahwa pendekatan keamanan tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus dilakukan secara komprehensif melalui edukasi dan komunikasi.
“Pencegahan tidak cukup dengan tindakan represif. Perlu pendekatan dialog agar remaja memahami risiko dari perilaku melanggar hukum,” ujarnya.
Menurutnya, di era digital saat ini, remaja rentan terpengaruh informasi yang tidak objektif di media sosial, termasuk provokasi yang dapat memicu keterlibatan dalam aksi kerusuhan.
Polda Sumsel mencontohkan kerusuhan di Kantor DPRD Sumsel pada Agustus 2025, di mana pelaku didominasi remaja yang terpengaruh fenomena fear of missing out (FOMO) serta ajakan lingkungan pertemanan.
Bahkan, dalam aksi demonstrasi berikutnya, masih ditemukan pelajar yang mencoba menyusup ke dalam massa aksi dan membawa senjata tajam.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran adanya pihak tertentu yang memanfaatkan anak-anak untuk kepentingan tertentu dalam aksi unjuk rasa.
Melalui dialog ini, Polda Sumsel berharap remaja lebih memahami bahaya eksploitasi dan tidak mudah terprovokasi, terutama menjelang May Day yang seharusnya menjadi momentum damai dalam menyuarakan hak-hak buruh.
Polda Sumsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar peringatan May Day berlangsung kondusif.
(Rado, L)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.